Kontribusi ekonomi maritim ditargetkan capai 12,5 persen pada 2045

Kontribusi ekonomi maritim ditargetkan capai 12,5 persen pada 2045

Aktivitas bongkar muat barang ke atas KM Sabuk Nusantara 92 di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (23/4/2021). . ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc.

Negara Asia saat ini memegang peranan penting. Momentum ini tentu baik untuk menunjang cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menargetkan kontribusi ekonomi maritim terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat dari 6,4 persen pada 2015 menjadi 12,5 persen pada 2045.

"Dengan program poros maritim, ditargetkan peranan ekonomi maritim menjadi 12,5 persen pada 2045," kata Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Ayodhia GL Kalake dalam webinar "Digitalisasi Kepelabuhanan Menyambut Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia", Kamis.

Ayodhia menuturkan, berdasarkan kondisi geografisnya, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera sehingga menjadi salah satu jalur utama pelayaran internasional.

"Setiap tahun sekitar 58 persen perdagangan dunia melalui Selat Malaka, Selat Sunda dan Selat Lombok dengan total nilai perdagangan sebesar 435 miliar dolar AS," katanya.


Baca juga: Tiga sektor ini jadi potensi dasar dorong ketahanan maritim nasional

Dengan potensi tersebut, sektor maritim memegang peranan penting bagi Indonesia. Terlebih, saat ini pusat gravitasi geopolitik dan geoekonomi dunia sedang bergeser dari barat ke wilayah Asia Timur.

"Negara Asia saat ini memegang peranan penting. Momentum ini tentu baik untuk menunjang cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia," katanya.

Lebih lanjut, Ayodhia menjelaskan ada beberapa hal yang harus menjadi fokus dalam mendorong kontribusi sektor maritim, diantaranya pembangunan konektivitas laut yang efisien dan efektif. Hal itu diwujudkan salah satunya melalui tol laut.

Selain itu, perlu juga upaya industrialisasi sektor perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing salah satunya, melalui program Lumbung Ikan Nasional (LIN). Berikutnya, pariwisata bahari yang inklusif.

Baca juga: Menko Luhut: Indonesia ingin serius kembangkan ekonomi biru


"Kita harap memang sektor maritim ini bisa jadi daya ungkit ekonomi nasional ke depan," pungkas Ayodhia.

Perhitungan ekonomi maritim terdiri dari 11 klaster, yaitu perikanan, energi dan sumber daya mineral, sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil, sumber daya nonkonvensional, industri bioteknologi, industri kemaritiman, jasa kemaritiman, pariwisata, perhubungan, bangunan laut, serta pertahanan, keamanan, penegakan hukum dan keselamatan di laut.


Baca juga: Rokhmin Dahuri: Ekonomi kelautan berkontribusi besar bagi pertumbuhan

Baca juga: Pengamat ingatkan pentingnya pengembangan sektor maritim



 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar