Lebak (ANTARA News) - Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri, mengunjungi pemuka adat Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Dalam kunjungan tersebut, Mensos memberikan bantuan bahan bangunan rumah kepada ratusan kepala keluarga Baduy yang terkena musibah kebakaran beberapa bulan lalu.

"Bantuan ini dapat meringankan bagi warga Baduy untuk kembali membangun rumah yang terbakar itu," kata Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri, di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Sabtu.

Dia mengatakan, pihaknya mengunjungi komunitas masyarakat adat Baduy, tentu ingin mendengar langsung suara-suara dari mereka.

Sebab punya telinga dua supaya mendengar dan mulut satu sedikit berbicara tapi banyak bekerja.

"Kunjungan berikutnya ingin bertemu dengan tokoh-tokoh adat Baduy Dalam, apa yang kita perlu bantu untuk kesejahteraan mereka," katanya.

Menurut dia, masyarakat komunitas adat terpencil tentu perlu mendapat bantuan tanpa merubah adat istiadat mereka yang sejak turun temurun.

Masyarakat adat terpencil juga merupakan bagian warga negara Indonesia.

"Pemerintah cukup perhatian terhadap masyarakat adat terpencil di Indonesia," katanya.

Dia juga mengatakan, kunjungan tersebut tentu ingin mengetahui tentang masyarakat adat Baduy kira-kira apa yang perlu dilakukan untuk kesejahteraan.

"Jika mereka perlu dibantu tentu kami siap untuk menyalurkan bantuan untuk peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat adat terpencil," katanya.

Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Jaro Dainah mengatakan pihaknya merasa bersyukur dengan kedatangan Mensos tersebut dan dapat bertatap muka bersama pemuka tokoh adat Baduy Dalam.

Kunjungan tersebut Mensos memberikan bantuan bahan bangunan rumah kepada warga Baduy yang tinggal di Kampung Kadu Ketug sebanyak 113 kepAla keluarga (KK) Cikeusik 131 KK dan Desa Mugijaya Kecamatan Cigemblong sebanyak 70 KK dan 5.000 ikan mujaer.

"Kami merasa terbantu dengan adanya bantuan bahan bangunan rumah bagi warganya." katanya.

(KR-MSR/M012/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010