Kemenkes kampanyekan pemberian ASI melalui Pekan Menyusui Sedunia 2021

Kemenkes kampanyekan pemberian ASI melalui Pekan Menyusui Sedunia 2021

Tangkapan layar Pelaksana Tugas Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes drg. Kartini Rustandi dalam konferensi pers “Peringatan Pekan Menyusui Sedunia 2021” secara daring di Jakarta, Kamis (5/8/2021). ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti.

kita menyaksikan anak-anak kehilangan hak mendapatkan ASI karena ibu meninggal dunia akibat COVID-19
DKI Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengampanyekan kepada para ibu dan anak Indonesia tentang pemberian air susu ibu (ASI) melalui Pekan Menyusui Sedunia pada 2021.

“Yang kita lakukan untuk mengingatkan bahwa pekan ini penting menyusui. Kita tetap sampai minimal sampai akhir bulan ini akan kita gemakan terus walaupun di era pandemi. Hari ini kita akan memulai dengan press conference tentang tema pekan menyusui sedunia,” kata Pelaksana Tugas Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes drg. Kartini Rustandi dalam konferensi pers “Peringatan Pekan Menyusui Sedunia 2021” secara daring di Jakarta, Kamis.

Dalam kampanye tersebut, ia mengatakan sejumlah acara yang akan dilaksanakan hingga akhir bulan, antara lain temu media, pemberian siaran tertulis dari UNICEF dan WHO, pembuatan video infografis, webinar, dan relaktasi.

“Kita memasuki Pekan Menyusui tahun 2021. Kita mengingatkan pemberian ASI itu penting bagi seorang bayi, apa lagi kita juga mengupayakan bagaimana menurunkan angka stunting di Indonesia,” kata dia.

Ia mengatakan Pekan Menyusui Sedunia tahun ini akan mengusung tema “Lindungi Ibu Menyusui, Tanggung Jawab Bersama”, dengan slogan Tetap Beri ASI, Anak Terlindungi, Keluarga Sejahtera.

Baca juga: Ibu menyusui positif COVID-19 dan sudah divaksin perlu tetap beri ASI

Anggota Satuan Tugas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia dr. Wiyarni Pambudi mengatakan pemilihan tema tahun ini, karena di tengah pandemi COVID-19 semakin terasa pentingnya seluruh komponen masyarakat bergerak bersama dan berbagi tanggung jawab untuk mendukung ibu menyusui.

“Semua pihak harus ikut bergerak untuk dampak yang lebih besar. Inilah yang disebut berbagi tanggung jawab untuk perlindungan dukungan menyusui. Pada masa pandemi COVID-19 terdapat banyak tantangan menyusui, kita menyaksikan anak-anak kehilangan hak mendapatkan ASI karena ibu meninggal dunia akibat COVID-19,” katanya.

Ia menjelaskan saat ini tantangan yang dihadapi oleh para ibu menyusui adalah kesulitan untuk pergi ke tempat fasilitas kesehatan akibat adanya pembatasan, telekonseling yang belum berjalan optimal dan banyak hoaks yang beredar tentang menyusui.

Pihaknya menyerukan kepada semua pihak untuk memastikan ibu dan bayi mendapat perlindungan dan dukungan, serta mendapat hak untuk disusui selama pandemi terlepas dari status COVID-19 yang disandang oleh ibu saat ini.

“Yang kedua memastikan ibu menyusui menerima vaksinasi COVID-19 dan terus menyusui setelah mendapatkan vaksin. Yang ketiga memastikan fasilitas telekonseling untuk ibu menyusui di masa pandemi diperkuat dan yang keempat adalah menjamin lagi implementasi penggunaan ASI donor secara aman sesuai indikasi medis serta melakukan pemantauan kode internasional pengganti ASI,” kata dia.

Baca juga: IDAI: ASI eksklusif pengaruhi Indeks Pembangunan Manusia
Baca juga: IDAI minta Pemerintah segera buat aturan terkait donor ASI
Baca juga: Kemenkes: Ibu positif COVID-19 boleh berikan ASI eksklusif bagi bayi


Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ridwan Kamil tunda libur sekolah & minta warga tak bepergian

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar