Sambut HUT ke-12, Tokopedia kian gencar dukung digitalisasi UMKM lokal

Sambut HUT ke-12, Tokopedia kian gencar dukung digitalisasi UMKM lokal

Ilustrasi belanja online (Pexel)

Jakarta (ANTARA) - Dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-12, Tokopedia kian menunjukkan dukungannya dalam mempercepat digitalisasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal lewat inisiatif "Hyperlocal".

Senior Lead Regional Growth Expansion (RGX) Tokopedia, Ivander Wijaya dalam siaran pers dikutip Jumat mengatakan pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia menjadi misi besar Tokopedia.

"Ini hanya bisa terwujud jika masyarakat dari seluruh penjuru punya kesempatan sama dalam menemukan berbagai produk kebutuhan dengan mudah hingga menciptakan peluang usaha, bahkan di tengah pandemi. Ini melatarbelakangi kehadiran inisiatif Hyperlocal yang akan terus diusung di usia baru Tokopedia," katanya.

Inisiatif Hyperlocal yang diluncurkan pertengahan 2020 ini telah mendorong peningkatan transaksi di Tokopedia selama Q2 2021 dibanding Q2 2020. Di Jabodetabek misalnya, kategori Kesehatan dan Perawatan Diri, Fashion, Ibu dan Anak serta Fesyen Anak, Kecantikan dan Otomotif menjadi paling laris.

Sedangkan di Palembang, kategori Ibu dan Anak serta Fesyen Anak, Fashion, Kesehatan dan Perawatan Diri, Makanan dan Minuman serta Kecantikan merupakan kategori dengan pertumbuhan paling pesat selama Q2 2021 dibandingkan Q2 2020.

Baca juga: Menkeu apresiasi fitur ekonomi digital permudah masyarakat bayar pajak

Baca juga: Tokopedia siap laporkan penjual produk kesehatan palsu ke polisi


Hyperlocal Percepat digitalisasi UMKM

Kampanye Kumpulan Toko Pilihan (KTP) adalah salah satu wujud inisiatif Hyperlocal. “Sejak mengikuti program KTP Palembang di Tokopedia, penjualan meningkat pesat hingga tiga kali lipat dengan kenaikan omzet mencapai 30 persen,” ujar Pemilik Warung Bu Neneng, Rita Damayanti.

Selain itu, ada Waktu Indonesia Belanja (WIB) Lokal selama tanggal 25 hingga akhir setiap bulan. “Sejak mengikuti WIB, penjualan harian kami meningkat hingga dua kali lipat. Bahkan selama PPKM berlangsung, omzet bisa mencapai puluhan juta,” jelas Pemilik Sniff Sniff Jakarta, Daniel Christian.

Tokopedia bersama pemerintah pusat dan daerah juga telah menghadirkan inisiatif Digitalisasi Pasar. “Langkah ini untuk membantu para pedagang di pasar tradisional berbagai daerah, mulai dari Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Kabupaten Bandung hingga Tasikmalaya, memanfaatkan teknologi agar mereka bisa tetap beradaptasi terutama di tengah pandemi,” kata Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Emmiryzan.

Berbagai turunan inisiatif Hyperlocal tidak hanya mempermudah UMKM lokal, tetapi juga masyarakat secara umum. TokoMart, misalnya, yang mengusung teknologi geo-tagging, memungkinkan masyarakat mengakses produk kebutuhan sehari-hari - mulai dari produk sembako hingga kebutuhan rumah tangga lainnya - dari penjual terdekat sehingga berbelanja bisa lebih efisien.

Saat ini, TokoMart sudah tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Medan hingga Surabaya dan akan terus merambah kota-kota lainnya.

Masyarakat juga bisa dengan lebih mudah dan aman memenuhi kewajiban perpajakan lewat Tokopedia. “Melalui kolaborasi antara Tokopedia dengan Kemenkeu RI dan pemerintah daerah, masyarakat bisa membayar PBB online, E-Samsat hingga lebih dari 900 jenis penerimaan negara lainnya dari genggaman tangan,” tutup Emmir.

Baca juga: Rekomendasi 5 "game" lokal seru

Baca juga: Tahapan penting "design thinking" ala Tokopedia

Baca juga: Tokopedia gelar workshop "product design" bagi jurnalis

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polda Banten ungkap transaksi palsu di lokapasar, raup Rp400 juta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar