ASN Pemkot Surabaya manfaatkan E-Peken bantu penanganan COVID-19

ASN Pemkot Surabaya manfaatkan E-Peken bantu penanganan COVID-19

Gedung Kantor Pemerintah Kota Surabaya. ANTARA/HO-Tim Humas Pemkot Surabaya/am.

Surabaya (ANTARA) - Aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Surabaya memanfaatkan aplikasi E-Peken (Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo) untuk membantu penanganan COVID-19 di Kota Pahlawan, Jatim.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya Febriadhitya Prajatara di Surabaya, Jumat mengatakan bantuan yang dikumpulkan oleh ASN, melalui organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Surabaya itu, berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

"Ada yang langsung memberi bantuan berupa sembako, ada juga yang berupa donasi. Ada yang berupa sembako dan donasi sejumlah uang," katanya.

Febri memaparkan, donasi yang terkumpul langsung digunakan oleh masing-masing PD untuk membeli kebutuhan pokok, seperti beras, minyak, dan telur di toko kelontong binaan Pemkot Surabaya melalui aplikasi E-Peken.

Kemudian bantuan itu disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan melalui Surabaya Peduli Bencana. Melalui skema tersebut, kata dia, Pemkot Surabaya juga berupaya untuk menggerakkan roda perekonomian di masyarakat.

"Belinya dari toko kelontong, kan mereka mengalami penurunan penjualan, lalu sembakonya diserahkan ke masyarakat yang membutuhkan. Uangnya dari mana? Dari gaji ASN yang dibayarkan melalui APBN dan APBD. Kan ini berputar jadinya," katanya.

Ia menambahkan, penggalangan dana oleh ASN itu bersifat tidak memaksa. Namun, ia mengajak ASN Kota Surabaya untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

"Ini kami lakukan untuk menumbuhkan empati," katanya.

Febri menerangkan, ASN merupakan salah satu jenis pekerjaan yang tidak terdampak langsung pandemi. Oleh karena itu, ia ingin agar ASN Pemkot Surabaya menyisihkan sedikit rezekinya untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia juga berharap, apa yang dilakukan oleh ASN dapat dicontoh oleh masyarakat yang memiliki rezeki berlebih.

"Jujur saja, ASN kan tidak terdampak langsung, gajinya kan dari APBN dan APBD. Semoga ini menjadi contoh agar masyarakat yang sekiranya memiliki kelebihan rezeki untuk bisa berbagi," katanya.

Aplikasi E-Peken sudah seperti e-commerce lainnya yang bertujuan untuk mempermudah transaksi antarpembeli, pedagang kelontong, koperasi dan UMKM yang ada di Kota Surabaya.

Melalui aplikasi itu, pembeli bisa melihat harga serta jumlah ketersediaan dari produk yang diinginkan. Apabila produk yang ingin dibeli itu tidak ada, calon pembeli bisa menghubungi toko kelontong tersebut untuk nantinya menyediakan produk yang diinginkan.

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

52 mantan pegawai KPK jalani proses rekrutmen ASN Polri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar