WIKA raih penghargaan Best Informative Website Infrastruktur

WIKA raih penghargaan Best Informative Website Infrastruktur

Logo PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. ANTARA/HO

Kehormatan bagi WIKA untuk terus dapat memberikan pelayanan informasi dan komunikasi terbaik bagi publik melalui website, sosial media, dan berbagai saluran komunikasi
Jakarta (ANTARA) - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA mendapat penghargaan sebagai The 1st Best Informative Sektor Infrastruktur pada penganugerahan Indonesia Corporate Secretary & Corporate Communication Award VI 2021 untuk kategori Listed Company-Sector Infrastructure-Heavy Construction & Civil Engineering.

GM Corporate Affair & Corporate Relation WIKA Satrio Adji mengatakan WIKA mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan pada salah satu ajang award bergengsi bagi sekretaris perusshaan (corsec) di tengah masa pandemi ini.

Lebih lanjut, WIKA sebagai BUMN akan terus berupaya untuk produktif memberikan informasi pemberitaan pembangunan secara konsisten dan kontinu melalui berbagai kanal komunikasi kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

"Adalah suatu kehormatan bagi WIKA untuk terus dapat memberikan pelayanan informasi dan komunikasi terbaik bagi publik melalui website, sosial media, dan berbagai saluran komunikasi," ujar Satrio Adji dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Penghargaan ini diberikan sebagai perwujudan apresiasi tertinggi kepada perusahaan-perusahaan yang mampu merencanakan, mengimplementasikan, memonitor, dan mengevaluasi strategi serta program corsec-corcomm-PR, sekaligus membuktikan efektivitasnya dalam pembangunan reputasi perusahaan.


Proyek WIKA

WIKA saat ini sedang menangani sejumlah proyek-proyek infrastruktur yang strategis dan penting, salah satunya Jalan Tol Serang-Panimbang.

PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) sebagai entitas anak WIKA  merupakan badan usaha jalan tol (BUJT) berdasarkan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) pada 22 Februari 2017 untuk membangun Jalan Tol Serang-Panimbang yang melintasi kabupaten/kota, yaitu Kota Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa dengan dibangunnya alan Tol Serang-Panimbang, maka kelak keberadaannya dapat meningkatkan akselerasi pengembangan destinasi wisata di kawasan Banten.

Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang dikerjakan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) yang terdiri atas tiga seksi yaitu Seksi 1 sepanjang 26,5 km menghubungkan Serang-Rangkasbitung, Seksi 2 sepanjang 24,17 km menghubungkan ruas Rangkasbitung-Cileles, dan Seksi 3 sepanjang 33 km yang menghubungkan Cileles-Panimbang. Untuk Seksi 1 dan 2 menjadi porsi BUJT WSP dan seksi 3 menjadi porsi pemerintah.

Baca juga: 11 bank biayai Jalan Tol Serang-Panimbang Rp6 triliun

Memasuki pekan pertama Agustus 2021, proyek Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 telah mencapai 98 persen. Saat ini, proyek jalan tol ini tengah menjalankan proses uji laik fungsional (ULF) dan sedang bersiap untuk tahapan berikutnya, yaitu uji layak operasional (ULO) sebagai bagian dari persyaratan untuk memperoleh sertifikat layak operasi (SLO).

Selain jalan tol, WIKA juga sedang menangani proyek pembangunan Jembatan Sei Alalak yang berlokasi di ruas Jalan Brigjen Haji Hasan Basri, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Proyek pembangunannya dipercayakan kepada konsorsium WIKA-PT Pandji dengan nilai Rp278 miliar yang bersumber dari dana surat berharga syariah negara (SBSN) dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears).

Progres konstruksi Jembatan Sei Alalak saat ini telah mencapai 92 persen pada pekan pertama Agustus 2021.


Bendungan Bendo

Sedangkan, di bidang infrastruktur sumber daya air, WIKA Konsorsium melaksanakan pengisian awal (impounding) Bendungan Bendo yang terletak di Dukuh Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Hingga pekan pertama Agustus 2021, progres fisik Bendungan Bendo yang juga merupakan proyek strategis nasional itu telah mencapai 97,12 persen.

Dengan demikian, bendungan ini, menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Kementerian PUPR Agus Rudyanto, siap digenangi.

Bendungan Bendo dibangun dengan membendung Sungai Ngindeng dan Sungai Keyang. Kedua sungai ini adalah anak Sungai Bengawan Madiun yang juga merupakan anak Sungai Bengawan Solo.

Bendungan Bendo memiliki kapasitas tampungan sebesar 43,11 juta meter kubik. Dengan panjang 337 meter dan tinggi 74 m, bendungan waduk Bendo dapat memberikan manfaat irigasi sebesar 7.800 hektare, suplai air baku sebesar 370 liter/detik dan sebagai pereduksi banjir.

Baca juga: Dorong percepatan vaksinasi, WIKA gelar Sentra Vaksinasi
Baca juga: WIKA catat laba bersih Kuartal I tahun ini Rp105 miliar

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar