Steril dapat optimalkan kesejahteraan hidup hewan peliharaan

Steril dapat optimalkan kesejahteraan hidup hewan peliharaan

Ilustrasi - Kucing peliharaan myang lebih tenang usai disteril. ANTARA/Livia Kristianti.

Jakarta (ANTARA) - Dokter hewan anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Novi Wulandari menyebutkan keputusan pemilik atau majikan untuk mensterilkan hewan peliharaannya dapat mengoptimalkan kesejahteraan dan kualitas hidup dari hewan peliharaan.

“Kalau misalnya tidak disteril, lalu dia kawin dan beranak. Seringkali yang terjadi pemilik hewan peliharaan bingung ketika sudah lahiran. Ini kitten atau pupies-nya harus diapakan. Karena kebanyakan dan kewalahan akhirnya malah di buang ke pasar. Ini kan jadinya menelantarkan, tidak mendukung kesejahteraan hewan. Jadi tentu lebih baik disteril,” kata dokter Novi dalam konferensi pers virtual ditulis Sabtu.

Ia menjelaskan meski hewan peliharaan seperti anjing dan kucing disterilkan, anak-anak bulu tetap dapat melakukan kawin.

Sehingga itu tidak dapat menjadi alasan pemilik hewan peliharaan merasa “kasihan” dan urung untuk mengambil tindakan steril.

Dengan steril, tentunya pemilik ikut andil dalam gerakan pengendalian populasi hewan sehingga para hewan kesayangan bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dengan pengasuhan dan perawatan yang optimal.

Baca juga: Serba- serbi COVID-19 pada hewan yang perlu diketahui

Salah satu pemilik dan pecinta anjing yaitu artis Ryan Delon juga sependapat untuk mensterilkan anak- anak bulu kesayangannya agar mereka dapat sejahtera.

Ryan mengungkapkan sebagai pemilik dari banyak anjing dan kucing, ia mensterilkan hewan peliharaannya itu agar tidak terjadi penelantaran di kemudian hari khususnya jika ternyata anjing atau kucingnya berkembang biak.

“Saya sangat setuju steril, karena misalnya di klaster rumah saya saja itu ya. Banyak anak anjing atau kitten yang terlantar. Mereka akhirnya tidak terurus, banyak yang terlantar. Nah saya sebagai pemilik anjing dan kucing harus bertanggung jawab pada kesejahteraan mereka. Tentu saya pilih sterilkan mereka sebagai bentuk tanggung jawab saya biar hal yang sama tidak terjadi, agar mereka tidak berkembang biak dan tidak terlantar,” ujar ayah dengan dua anak itu.

Steril hewan peliharaan apalagi kucing dan anjing sering kali dianggap tabu oleh masyarakat.

Masih banyak sekali pemilik hewan peliharaan yang kontra untuk mensterilkan anak- anak bulunya karena merasa kasihan pada kucing atau anjingnya.

Namun sebenarnya steril hewan peliharaan itu memberikan dampak baik tidak hanya untuk lingkungan manusia tapi juga untuk kesehatan para kucing dan anjing.

Setidaknya dengan steril, manusia dapat menghindarkan anak- anak bulunya dari penyakit- penyakit kronis seperti kanker payudara, infeksi saluran rahim, hingga kanker ovarium, hingga kanker prostat.

Baca juga: "Royal Canin Club" jadi aplikasi penuhi kebutuhan "pawrents"

Baca juga: 3 komitmen yang harus dimiliki pemilik hewan peliharaan

Baca juga: Masyarakat diharap tak panik bila hewan peliharaan terinfeksi COVID-19


Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Hari Rabies Sedunia, hewan peliharaan dapat vaksin gratis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar