Anggota DPD RI asuh enam siswa asal Pulau Aceh

Anggota DPD RI asuh enam siswa asal Pulau Aceh

Anggota DPD RI H.M. Fadhil Rahmi melakukan foto bersama saat bertemu orang tua dan siswa yang diangkat menjadi anak asuhnya di Banda Aceh, Minggu (8/8/2021). ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Hal terpenting adalah motivasi, kemauan, dan semangat meraih masa depan.
Banda Aceh (ANTARA) - Senator DPD RI asal Aceh H.M. Fadhil Rahmi mengangkat enam pelajar di Pulo (Pulau) Aceh Kabupaten Aceh Besar menjadi anak asuhnya untuk menempuh pendidikan keagamaan di dayah (pesantren) terbaik hingga ke Timur Tengah.

"Saya memenuhi janji untuk menjadi orang tua asuh terhadap enam orang putra/putri asal Pulo Aceh yang ingin menuntut ilmu di dayah-dayah terbaik di Aceh," kata H.M. Fadhil Rahmi di Banda Aceh, Minggu.

Fadhil berjanji akan memenuhi kebutuhan para pelajar tersebut di dayah-dayah mulai dari saat pendaftaran hingga selesai nantinya.

Jika nanti memenuhi kriteria, Fadhil bakal membantu pendidikan tinggi hingga ke Timur Tengah. Dengan catatan, setiap tahunnya dievaluasi dan memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Beberapa anak Pulo Aceh yang menjadi anak asuh Fadhil Rahmi tersebut, yakni Ahmad Hirzi Reza yang kini menjadi santri di Dayah Alfauzul Kabir, Fina Maulina tercatat sebagai santriwati Dayah Babun Najah, dan Salsabila sebagai santriwati Dayah Riadhusshalihin.

Berikutnya, Maulidan yang saat ini sebagai santri Dayah Mulia di Blang Bintang, Febri Lasmana yang kini tercatat sebagai santri Dayah Babul Maghfirah, dan Mutiara tercatat sebagai santriwati Pondok Tahfiz Bogor.

Fadhil menegaskan bahwa posisinya sebagai pendorong atau membantu orang tua para siswa tersebut.

Menurut dia, hal terpenting adalah motivasi, kemauan, dan semangat meraih masa depan.

"Harapan saya cuma satu, nanti suatu saat ketika siswa kembali ke Pulo Aceh, berkontribusi dan mengabdi di sana. Ada tanggung jawab moral yang saya titip kepada mereka," ujar pria yang akrab di sapa Syech Fadhil itu.

Meski bertindak sebagai orang tua asuh, lanjut Syech Fadhil, dalam hal pemantauan dan pengawasan para santri itu tetap bekerja sama dengan Kafalah IKAT (Ikatan Alumni Timur Tengah) serta SahaRA (Lembaga Sahabat Rakyat Aceh) yang selama ini fokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan di Aceh.

"Nanti yang akan mengawasi serta memantau perkembangan adalah Kafalah IKAT dan SahaRA. Saya juga akan mengunjungi satu per satu jika ada kesempatan dan berada di Aceh," demikian Syech Fadhil.

Syech Fadhil saat ini memiliki sekitar 20 anak asuh yang tersebar di sejumlah dayah yang ada di Aceh dan Sumatera Utara. Aktivitas ini dimulai sejak 2013 atau jauh hari sebelum menjadi anggota DPD RI asal Aceh.

Pendidikan dan perkembangan mereka dipantau oleh Kafalah IKAT Aceh dan SahaRA. Para santri yang dibantu berasal dari daerah-daerah pedalaman Aceh serta dari keluarga kurang mampu.

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar