Olimpiade

Olimpiade Tokyo usai, ini 5 hal yang perlu diketahui dari Paris 2024

Olimpiade Tokyo usai, ini 5 hal yang perlu diketahui dari Paris 2024

Logo Olimpiade Paris 2024 (olympics.com)

Jakarta (ANTARA) - Olimpiade Tokyo 2020 resmi berakhir dengan upacara penutupan Minggu malam, yang di dalamnya terdapat sesi penyerahan bendera Olimpiade dari Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, kepada Walikota Paris, Anne Hidalgo.

Sementara Olimpiade Paris 2024 masih akan berlangsung beberapa tahun lagi, tidak ada salahnya untuk bersemangat menyambut Olimpiade ke-33 itu.

Berikut adalah lima hal utama yang perlu diketahui tentang Olimpiade Paris 2024, termasuk debut olahraga baru dan desain lambang, dikutip dari laman resmi Olimpiade.

Baca juga: Tokyo serahkan bendera Olimpiade ke Paris

1. Seratus tahun Olimpiade Paris 1924

Pada 2024, Paris akan menjadi kota kedua yang menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas tiga kali setelah London, yang menggelar Olimpiade 1908, 1984 dan 2012.

Paris pertama kali menjadi tuan rumah Olimpiade pada 1900, empat tahun setelah acara olahraga multievent itu digelar kembali di Athena setelah dilarang oleh Kaisar Romawi Theodosius I sekitar 1.500 tahun sebelumnya.

Tidak ada upacara pembukaan atau penutupan yang diadakan di Olimpiade 1900, yang menampilkan kompetitor perempuan untuk pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade, termasuk beberapa cabang olahraga baru renang bawah air dan kriket.

Paris menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas lagi pada 1924, menjadi kota pertama yang menjadi tuan rumah Olimpiade dua kali.

Sementara upacara pembukaan Olimpiade 1924 diadakan pada 5 Juli, beberapa kompetisi dimulai pada 4 Mei, dengan upacara penutupan diadakan pada 27 Juli.

Seratus tahun kemudian, pada 26 Juli 2024, Paris akan secara resmi menyambut dunia ke Olimpiade untuk ketiga kalinya.

Namun, Olimpiade 2024 akan menjadi yang keenam diadakan di Prancis -- selain tiga Olimpiade Musim Panas yang disebutkan di atas, Prancis juga telah menyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin pada tiga kesempatan, yaitu Chamonix 1924, Grenoble 1968 dan Albertville 1992

Baca juga: IOC pangkas kuota atlet di Olimpiade 2024 Paris

Selanjutnya olahraga debut

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KONI: PON XX Papua berkaca pada Olimpiade Tokyo 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar