Lapan: Riset-inovasi Indonesia makin kuat dalam peringati Hakteknas

Lapan:  Riset-inovasi Indonesia makin kuat dalam peringati Hakteknas

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin. (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengatakan riset dan inovasi Indonesia harus makin kuat dalam memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang jatuh pada 10 Agustus setiap tahun.

"Hakteknas adalah peringatan kebangkitan teknologi Indonesia. Diharapkan dengan Hakteknas, perhatian bangsa Indonesia tentang pentingnya riset dan inovasi bangkit kembali dan makin kuat," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Untuk mewujudkan riset dan inovasi Indonesia yang semakin kuat, Thomas menuturkan perlu komitmen bersama agar penguatan sumber daya manusia (SDM) serta sumber daya yang lain yakni anggaran, fasilitas, dan kemitraan dapat dipercepat.

Baca juga: Lapan: Puncak hujan meteor perseid terjadi 12-13 Agustus 2021

Strategi yang dilakukan Lapan saat ini adalah memperkuat kompetensi Lapan sebagai lembaga keantariksaan dengan peningkatan kualitas SDM dan fasilitas riset.

Lapan juga memperluas kolaborasi dengan mitra dalam dan luar negeri, serta mendukung terwujudnya integrasi lembaga riset ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza menuturkan Hakteknas dapat dimaknai dengan berburu inovasi dan teknologi yang menjawab kebutuhan bangsa dan negara Indonesia.

BPPT berburu inovasi antara lain untuk melahirkan Pesawat Udara Nir-Awak jenis Medium Altitude Long Endurance (PUNA MALE) Elang Hitam, melanjutkan lompatan teknologi N250, dan memacu riset dan inovasi sistem alat utama sistem senjata.

Untuk membawa lompatan bagi kemajuan riset dan inovasi Indonesia, BPPT melakukan kegiatan rekayasa atau reverse engineering, akusisi teknologi dari manapun dan menjadi pusat teknologi cerdas.

BPPT melaksanakan tujuh peran pengkajian dan penerapan di delapan bidang fokus teknologi termasuk bidang industri pertahanan dan keamanan.

Tujuh peran strategis tersebut adalah perekayasaan, audit teknologi, kliring teknologi, alih teknologi, intermediasi teknologi, difusi ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dan komersialisasi teknologi.

Sedangkan delapan fokus bidang itu terdiri dari teknologi kebencanaan, kemaritiman, kesehatan dan pangan, pertahanan dan keamanan, rekayasa keteknikan, transportasi, energi serta teknologi informasi dan elektronika.

Baca juga: Lapan kembangkan laboratorium pengujian komponen pesawat terbang
Baca juga: BRIN perkuat ekosistem riset dan inovasi keantariksaan
Baca juga: Lapan: polusi cahaya ganggu pengamatan langit hingga kesehatan

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar