Seoul (ANTARA) - Korea Selatan mulai membuka reservasi vaksin COVID-19 untuk semua orang dewasa berusia di atas 18 tahun untuk pertama kalinya pada Senin ketika negara itu berjuang untuk mencegah peningkatan wabah sporadis, banyak di antaranya terjadi pada penduduk muda yang tidak divaksin.

Korea Selatan dipuji karena penanganan virusnya di awal pandemi dengan penelusuran dan pengujian menyeluruh, tetapi tingkat vaksinasi yang lambat tumpang tindih dengan lonjakan varian yang lebih menular.

Sekitar 45% dari 52 juta penduduk Korea Selatan telah mendapat setidaknya satu dosis vaksin, sementara hanya 15% yang telah divaksin penuh pada Minggu tengah malam.

Baca juga: "Bus pemulihan" di Korsel manjakan nakes COVID

Negara ini bertujuan mengimunisasi lebih dari 70% orang dewasa pada bulan September saat negara itu memvaksin mereka yang berusia 18-49 tahun dengan produk Moderna atau Pfizer/BioNTech.

Inokulasi untuk kelompok umur itu akan dimulai pada 26 Agustus dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 September.

Tingkat kematian Korea Selatan mencapai 1% pada hari Minggu, sementara jumlah kasus serius yang membutuhkan ventilator terus meningkat, dengan 367 kasus saat ini dinilai parah.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan 1.492 kasus virus corona baru pada Minggu.

Total infeksi mencapai 212.448, dengan 2.125 kematian sejak awal pandemi.

Sumber: Reuters

Baca juga: Stok vaksin Moderna kurang, Menkes Korsel minta maaf

Baca juga: Kasus COVID-19 di Korsel melonjak di tengah penyebaran varian baru

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
Copyright © ANTARA 2021