Indeks Nikkei naik 4 hari beruntun, dipicu kenaikan yield obligasi AS

Indeks Nikkei naik 4 hari beruntun, dipicu kenaikan yield obligasi AS

Ilustrasi: Papan listrik menunjukkan harga penutupan rata-rata saham Nikkei di Distrik Chuo, Tokyo . ANTARA/The Yomiuri Shimbun/Atsushi Taketazu/pri. (Atsushi Taketazu / The Yomiuri S/Atsushi Taketazu)

Tokyo (ANTARA) - Perdagangan di Bursa Saham Tokyo pada Rabu ditutup menguat untuk keempat kalinya berturut-turut, yang didorong meningkatnya harga saham produsen ban Bridgestone, dan melonjaknya saham sektor perbankan yang didukung kenaikan imbal hasil surat berharga di AS.

Indeks Nikkei-225 tercatat naik 0,65 persen atau 182.36 poin menjadi 28.070,51 poin, menembus indeks tertinggi pada level 28.000 poin pada 16 Juli.

Sementara Indeks Topix naik 0,92 persen menjadi 1.954,08 poin, juga mencapai tertinggi sejak pertengahan Juli yang dipicu optimisme pasar terhadap kenaikan pendapatan.

Harga saham Bridgestone melonjak 5,35 karena pendapatan kuartalan yang kuat dan prospek laba tahunan yang optimis.

Saham perusahaan peleburan logam non-besi seperti aluminium dan zinc Toho Zinc melonjak 12,69 persen didorong proyeksi meningkatnya pendapatan perusahaan pada akhir tahun.

Baca juga: Nikkei Jepang dibuka sedikit melemah setelah Wall Street beragam

Ulvac melonjak 6,95 persen ke level tertinggi tiga tahun setelah pembuat perangkat vakum itu membukukan pertumbuhan yang kuat dan mengumumkan kenaikan dividen.

Perusahaan jasa kepegawaian Persol Holdings naik 7,0 persen karena laba kuartalan yang sangat kuat dan rencana kenaikan dividen.

Perbankan naik 2,61 persen karena imbal hasil obligasi AS naik ke level tertinggi satu bulan terakhir setelah Senat AS meloloskan RUU infrastruktur besar-besaran. Saham bank Jepang sangat berkorelasi dengan imbal hasil AS karena investasi besar mereka dalam utang AS.

Imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi juga menguntungkan saham Jepang karena cenderung melemahkan yen dan meningkatkan keuntungan eksportir, meskipun dalam beberapa tahun terakhir para analis telah mencatat hubungan tersebut tampaknya telah sangat melemah.

Baca juga: IHSG ditutup merosot, pasar khawatir pemulihan ekonomi triwulan III

Penerjemah: Royke Sinaga
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar