Ketua MK: Jadikan kritik sebagai obat penyemangat kinerja

Ketua MK: Jadikan kritik sebagai obat penyemangat kinerja

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman memberikan amanat dalam Upacara Hari Ulang Tahun MK ke-18 di Jakarta. ANTARA/Muhammad Zulfikar.

Kerja sama yang baik selama ini menjadikan Mahkamah Konstitusi tetap eksis, terlepas dari banyaknya kritik bahkan kritik yang amat tajam dari berbagai pihak
Jakarta (ANTARA) - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mengajak para majelis hakim dan seluruh pegawai di lingkungan peradilan tersebut untuk menjadikan kritik sebagai obat penyemangat meningkatkan kinerja.

"Kerja sama yang baik selama ini menjadikan Mahkamah Konstitusi tetap eksis, terlepas dari banyaknya kritik bahkan kritik yang amat tajam dari berbagai pihak," kata Ketua MK Anwar Usman dalam upacara peringatan Hari Ulang tahun ke-18 MK yang disiarkan secara virtual di Jakarta, Jumat.

Pada upacara tersebut Anwar Usman menyampaikan terima kasih kepada para hakim yang mulia, panitera hingga seluruh pegawai di lingkungan MK yang selama ini telah menunjukkan dedikasi kepada lembaga.

Upacara Hari Ulang Tahun MK ini  merupakan kedua kalinya dilaksanakan dalam situasi pandemi COVID-19.

Meskipun dalam keadaan pandemi, Anwar mengajak seluruh pegawai tetap bersyukur dan merayakan perayaan Hari Ulang Tahun MK dengan penuh hikmat.

Ia mengatakan setiap waktu dan masa memiliki tantangan yang berbeda-beda. Saat ini, Indonesia dan sejumlah negara di dunia dilanda pandemi COVID-19 yang memaksa harus melakukan penyesuaian.

Penyesuaian tersebut termasuk pula di lingkungan MK yang mengharuskan seluruh pola kerja beradaptasi dengan keadaan baru.

"Begitu juga halnya dalam pelaksanaan tugas kita sebagai pelaku kekuasaan kehakiman, proses persidangan tidak lagi dilakukan dengan cara yang biasa," kata dia.

Hal itu dapat terlihat mulai dari proses pendaftaran perkara, pemeriksaan perlengkapan permohonan dan alat bukti hingga pengucapan putusan harus beradaptasi dengan situasi kebiasaan baru.

Tidak hanya itu, di bidang kesekretariatan, para pegawai yang memberikan layanan juga mengalami banyak tantangan dan dinamika kinerja.

"Sarana dan prasarana kerja hingga situasi bekerja menjadi bagian tantangan yang harus dilalui," ujarnya.

Hal itu bertujuan agar kinerja lembaga tetap dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Untuk mempermudah berbagai tantangan tersebut, Anwar menekankan pentingnya kerja sama tim.

Baca juga: Hakim MK minta pemerintah hadirkan ahli dalam uji materi UU Narkotika
Baca juga: Prof Zainal Arifin kecewa putusan MK terhadap pengujian UU KPK
Baca juga: MK tidak menerima permohonan Denny Indrayana terkait Pilgub Kalsel

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Terapkan prokes, 300 buruh peringati May Day di DKI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar