Penceritaan karakter kunci "pitching" film pendek

Penceritaan karakter kunci "pitching" film pendek

Tangkapan layar workshop film fiksi pendek Akatara 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jumat (13/8). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

kurangi tulisan dan perbanyak visual
Jakarta (ANTARA) - Founder dan CEO Studio Antelope Jason Iskandar mengatakan kunci presentasi pitching film pendek terletak pada penceritaan karakter utama atau protagonis yang diciptakan pembuat film.

“Kuncinya adalah di kekuatan karakter. Itu salah satu tips yang mengubah cara saya untuk bercerita saat pitching,” kata Jason saat workshop virtual film pendek Akatara 2021 di Jakarta, Jumat.

Pada dasarnya, pitch deck atau pitching bertujuan untuk menarik calon investor atau pihak mana pun yang ingin berpartisipasi dan bekerja sama dengan proyek yang akan atau sedang dikerjakan, dalam hal ini terutama proyek film pendek.

Jason mengatakan pitching film pendek akan terasa klise dan membosankan jika pembuat film hanya sibuk menceritakan gambaran situasi atau latar cerita, sebab seolah-olah hanya melihat karakter dari sudut pandang orang ketiga.

“Ceritakan idemu, jangan text book. Fokuslah pada karakter utama dan ceritakan konflik demi konflik dari perspektif karakter. Dengan begitu kita akan lebih mudah memvisualkan cerita,” ujarnya.

Baca juga: Efektivitas film pendek untuk edukasi oleh para pejuang lingkungan

“Yang perlu ditekankan, cerita film ini bukan tentang diri kalian tapi tentang karakter fiksi yang film maker ciptakan,” tambahnya.

Jason menyebutkan bahwa presentasi harus disesuaikan dengan situasi dan audiens. Setiap jenis pitching pada dasarnya akan berpengaruh pada pilihan-pilihan desain yang akan ditampilkan di depan layar.

“Misalnya, jika presentasi di atas panggung, tipsnya adalah kurangi tulisan dan perbanyak visual,” katanya.

Jason juga menekankan pentingnya latihan pitching terlebih dahulu sembari memikirkan alokasi waktu agar presentasi berjalan dengan efektif.

“Anggap saja presentasi ini seolah-olah performing art. Semakin menarik perform-nya, semakin banyak kemungkinan orang tertarik dengan ide yang disampaikan. Dan juga gunakan waktu latihan sebaik-baiknya, jangan lupa gunakan timer,” jelas Jason.

Menurut Jason, hal yang tak kalah penting adalah penekanan turning point saat menceritakan ide film dan karakter utama.

“Sebenarnya, turning point adalah sahabat kita ketika bercerita dan kunci lain untuk menggenggam perhatian penonton atau audiens,” tuturnya.

Dalam film pendek, biasanya hanya ada beberapa kali turning point, dimulai dari awal plot hingga plot twist yang membuat karakter utama keluar dari zona nyaman.

Film maker yang melakukan presentasi harus memanfaatkan turning point ini. Biasanya gunakanlah kata ‘tetapi’ atau ‘tiba-tiba terjadi’ saat bercerita. Tekan di situ dan itu akan menjadi sesuatu yang menarik,” pungkas Jason.

Baca juga: Kolaborasi musisi & sutradara muda dalam 3 film pendek Collabonation

Baca juga: BMW Astra luncurkan film pendek "Elipisis"

Baca juga: Junji Ito buat "manga" pendek untuk film "The Lighthouse"

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BPOM gandeng kepramukaan Jabar gelar lomba film pendek dan raih MURI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar