Paralimpiade Tokyo 2020

Komite Paralimpiade minta peserta waspadai lonjakan COVID-19 di Tokyo

Komite Paralimpiade minta peserta waspadai lonjakan COVID-19 di Tokyo

Ilustrasi - Pengungsi Suriah Ibrahim al-Hussein, seorang perenang yang diamputasi yang bertujuan untuk menjadi bagian dari Tim Paralimpiade Pengungsi untuk Pertandingan Paralimpiade Tokyo 2020, memegang botol setelah pelatihannya di Pusat Akuatik Olimpiade di Athena, Yunani, Senin (26/4/2021). REUTERS/Alkis Konstantinidis/AWW/sa

Jakarta (ANTARA) - Ketua Komite Paralimpiade Internasional (IPC) Andrew Parsons memperingatkan peserta pesta olahraga difabel tingkat dunia tersebut untuk mewaspadai peningkatan tajam jumlah kasus COVID-19 di Tokyo.

"Meskipun sangat menggembirakan bahwa Olimpiade diselenggarakan dengan aman dan sukses, mereka yang menghadiri Paralimpiade Tokyo tidak boleh berpuas diri," kata Parsons, dikutip dari Kyodo, Sabtu.

"Kami tidak dapat mengabaikan jumlah kasus saat ini di Jepang dan Tokyo, dan saya mendesak setiap pemangku kepentingan untuk Paralimpiade untuk waspada."

IPC dan tiga badan penyelenggara Paralimpiade Tokyo lainnya akan mengadakan pertemuan paling cepat Senin untuk menetapkan kebijakan tentang penonton, setelah menunda keputusan tersebut untuk memantau situasi pandemi.

Penyelenggara berencana mengadakan pertandingan Paralimpiade secara tertutup di sebagian besar arena, seperti halnya Olimpiade, menurut beberapa pejabat yang mengetahui rencana tersebut.

Baca juga: PM Jepang minta masyarakat tidak berpergian jelang Paralimpiade Tokyo
Baca juga: Cincin Olimpiade di Tokyo dilepas, diganti dengan logo Paralimpiade


Dengan kurang dari dua pekan hingga pembukaan Paralimpiade Tokyo, Parsons meminta para peserta untuk mengikuti semua langkah pencegahan penyebaran virus corona yang telah ditetapkan pada "playbooks" karena Olimpiade, yang berakhir Minggu, telah membuktikan bahwa pedoman tersebut efektif.

"Dengan melakukan ini, kami akan menghadirkan Paralimpiade yang aman bagi semua pemangku kepentingan, serta masyarakat Jepang," kata Parsons.

Sejak Olimpiade dimulai pada 23 Juli, jumlah kasus COVID-19 harian di Tokyo, yang berada dalam keadaan darurat selama sekitar satu bulan, meningkat sekitar tiga kali lipat.

Angka yang dilaporkan, Jumat, mencapai rekor tertinggi 5.773 kasus, dan jumlah harian nasional mencapai 20.000 kasus untuk pertama kalinya.

Jepang telah mengumpulkan rekor jumlah COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir, sementara sebagian masyarakat khawatir menjadi tuan rumah acara besar selama krisis kesehatan global tersebut.

Jumlah pasien COVID-19 dengan gejala parah telah menembus rekor dan sistem medis negara tersebut berada di bawah tekanan yang kian meningkat, sementara Paralimpiade akan dimulai 24 Agustus setelah penundaan satu tahun karena pandemi virus corona.

Paralimpiade, yang akan berlangsung selama 13 hari, diharapkan akan menampilkan sekitar 4.400 atlet dari hampir 160 negara, menurut IPC.

Baca juga: Penyelenggara pertimbangkan Paralimpiade Tokyo digelar tanpa penonton
Baca juga: Indonesia kirim atlet terbanyak sepanjang sejarah di Paralimpiade


"Dengan Olimpiade yang telah berakhir, tingkat kegembiraan saya untuk Paralimpiade meningkat dari menit ke menit," kata Parsons, yang diperkirakan akan tiba di Jepang pada Senin.

"Selama masa transisi, kami bekerja sama dengan panitia penyelenggara (Tokyo Games) untuk menyelesaikan beberapa hal yang unik untuk Paralimpiade."

Penyelenggara berencana untuk melarang orang menonton acara secara langsung di Tokyo dan prefektur yang berdekatan, Chiba dan Saitama, di mana sebagian besar arena pertandingan berada.

Namun, menurut pejabat, penyelenggara kemungkinan akan mengizinkan hingga 5.000 penonton di Prefektur Shizuoka, yang akan menjadi tuan rumah cabang olahraga balap sepeda, selama jumlahnya tidak melebihi 50 persen dari kapasitas tempat.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan bahwa dia ingin anak-anak mengambil bagian dalam program pendidikan yang didukung pemerintah untuk menonton para atlet berkompetisi di sejumlah arena, namun dia menambahkan bahwa hal itu akan tergantung pada situasi COVID-19 dan kebijakan sekolah.

IPC, panitia penyelenggara Paralimpiade, pemerintah Jepang dan pemerintah metropolitan Tokyo saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan para siswa tersebut memasuki arena pertandingan di Tokyo dan tiga prefektur.

Atlet dari luar negeri telah tiba di Jepang untuk kamp pelatihan pra-Paralimpiade, dan Kampung Atlet di Tokyo dijadwalkan secara resmi dibuka pada Selasa.

Baca juga: Menpora kukuhkan dan lepas kontingen Indonesia ke Paralimpiade Tokyo
Baca juga: Profil atlet Paralimpiade: Sapto Yogo, atlet lari pengoleksi medali
Baca juga: Giliran atlet Paralimpiade Indonesia berjuang di Tokyo 2020
Baca juga: Jadwal pemberangkatan Kontingen Indonesia untuk Paralimpiade Tokyo

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Inilah cita-cita peraih dua medali emas Paralimpiade Tokyo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar