KSP: Negara selalu hadir beri dukungan untuk panti sosial

KSP: Negara selalu hadir beri dukungan untuk panti sosial

Tim monitoring dan evaluasi KSP melakukan kunjungan ke UPTD Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (14/8/2021), dalam rangka meninjau penanganan COVID-19 dan penyaluran bantuan sosial di Kalimantan Barat. ANTARA/HO-KSP.

Jakarta (ANTARA) - Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan bahwa negara akan selalu hadir dalam memberikan dukungan dan perhatian khusus kepada panti sosial, terutama dalam menghadapi situasi pandemi seperti saat ini.

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli KSP Nuraini saat mengunjungi UPTD Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu, dalam rangka meninjau penanganan COVID-19 dan penyaluran bantuan sosial di provinsi tersebut.

“Panti jompo dan panti sosial lainnya mempresentasikan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada warga negara usia lanjut yang terlantar dan atau miskin sebagaimana perintah UUD. Untuk itu, pemerintah harus memberikan perhatian khusus dan lebih serius dalam memastikan kesejahteraan penghuni panti sosial,” kata Nuraini dalam siaran pers KSP yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Saat ini, terdapat kurang lebih 60 tuna sosial dari total kapasitas 80 orang yang ditampung di UPTD Mulia Dharma.

Baca juga: KSP dukung percepatan pembangunan RS rujukan nasional di Papua

Panti sosial tersebut merangkul kelompok lanjut usia terlantar berusia di atas 60 tahun, tidak terpenuhi kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan) dan keterbatasan terhadap aspek sosial serta kesehatan.

Kepala UPTD Mulia Dharma Claudia Ani mengatakan pandemi COVID-19 menyebabkan berkurangnya dana bantuan dekonstruksi atau dana untuk rehabilitasi panti. Pihak panti pun hanya mengandalkan biaya APBD untuk pembiayaan operasional sehari-hari dan sumbangan dari donatur untuk menjadi salah satu penopang keberlangsungan panti.

Claudia berharap ada bantuan khusus dari pemerintah pusat, terkait biaya rehabilitasi panti.

“Kami meminta adanya bantuan khususnya dari pusat agar ada anggaran khusus untuk biaya rehabilitasi panti ini karena sudah cukup lama belum direhabilitasi,” kata Claudia Ani.

Sementara itu, dalam menekan penyebaran COVID-19 di lingkungan panti, pihak UPT Mulia Darma sudah memberlakukan protokol kesehatan 5M dengan cukup baik. Berdasarkan laporan di lapangan, sejauh ini tidak ada lansia dan tuna sosial yang terpapar.

Kegiatan para lansia juga sangat dibatasi, terutama seluruh kegiatan yang melibatkan kerumunan dan kontak dengan pihak luar.

Claudia menambahkan bahwa sejauh ini pemerintah daerah telah memberikan prioritas kepada panti sosial dalam mengakses fasilitas kesehatan.

“Kami juga mendapatkan prioritas vaksin dari Dinas Kesehatan sehingga ini cukup memudahkan bagi kami,” ungkap Claudia.

Selain itu, para tuna sosial juga mendapatkan fasilitas cek kesehatan secara berkala di poli umum, poli gizi, poli jiwa dan psikologi Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sungai Bangkong, Kota Pontianak.

Menyikapi hal tersebut, Tenaga Ahli KSP Nuraini menambahkan pihaknya mengapresiasi keseriusan pengelola panti dalam memastikan keselamatan penghuni.

Menurut Nuraini, Panti Sosial UPT Mulia Darma dapat menjadi contoh bagi panti sosial lain.

Baca juga: KSP dukung upaya Pemda Gorontalo tekan penyebaran COVID-19
Baca juga: KSP kawal percepatan program vaksinasi buat pekerja migran Indonesia

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Moeldoko tegaskan pemerintah tidak menghindari persoalan HAM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar