Sulut ekspor komoditi pertanian senilai Rp63,6 miliar

Sulut ekspor komoditi pertanian senilai Rp63,6 miliar

Kepala Balai Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan Saragih. ANTARA/Karel A Polakitan.

Manado (ANTARA) - Provinsi Sulawesi Utara mengekspor komoditas pertanian ke 14 negara senilai Rp63,3 miliar melalui pelabuhan peti kemas Bitung, Sabtu.

"Saat ini Sulut menjadi salah satu dari 17 pintu yang ditunjuk Kementerian Pertanian ikut berpartisipasi dalam acara Merdeka Ekspor yang dipimpin Presiden Joko Widodo," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan Saragih di Bitung, Sabtu.

Dipilihnya Pelabuhan Bitung sebagai pintu keluar ekspor, karena provinsi ujung utara Sulawesi itu dari data Kementerian Pertanian, seiring dengan progres Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) termasuk tertinggi.

Begitu pula kinerja ekspor Sulut hingga Juli 2021 bertambah sebanyak 55 ragam produk baru termasuk sampel yang dikirim beberapa perusahan.

Selain itu, Sulut juga bertambah sebanyak 16 eksportir baru yang akan menggerakkan roda ekspor pertanian di daerah ini.

Donni menjelaskan, komoditas yang diekspor tersebut meliputi fully bunga pala, pala biji, kelapa parut, bungkil kelapa, pala bubuk dan santan kelapa.

Ekspor komoditas ini dengan tujuan India, Vietnam, Italia, Jerman, Rusia, Inggris, Polandia, Netherland, New Zealand, China, Argentina, Australia, Hongkong dan Korea Selatan.

Untuk mendorong peningkatan ekspor pertanian, Kementan memiliki program 'Gratieks' dengan ruang lingkup peningkatan produksi, pemenuhan standar mutu produk pertanian, menjaga kontinuitas produksi, peningkatan daya saing dan memperluas akses pasar.

"Menyukseskan program Gratieks ini Kementan bersama seluruh entitas terus melakukan penguatan sinergi baik dengan dinas dalam menggali potensi ekspor kabupaten dan kota dengan komunitas pelabuhan dalam mempermudah layanan," sebutnya.

Selain itu, telah memetakan komoditas prioritas yang akan dikawal menjadi komoditas ekspor baru.

Sebanyak 17 pintu ekspor Indonesia yang menjadi tempat pelepasan ekspor komoditas pertanian secara serentak yakni, Pelabuhan Laut Kariangu (Balikpapan), Pelabuhan Laut Tanjung Perak (Surabaya), Pelabuhan Laut Dumai (Pekanbaru), Pelabuhan Laut Panjang (Bandar Lampung), Pelabuhan Laut Belawan (Medan), Pelabuhan Laut Tanjung Priok (Jakarta).

Selanjutnya, Pelabuhan Laut Boom Baru (Palembang), Pelabuhan Laut Batu Ampar (Batam), Pelabuhan Udara Soekarno Hatta (Banten), Pelabuhan Laut Tanjung Mas (Semarang), Pelabuhan Laut Soekarno Hatta (Makassar), Pelabuhan Laut Trisakti (Banjarmasin), Pelabuhan Talang Duku (Jambi), Pelabuhan Teluk Bayur (Padang), Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, Pelabuhan Laut Dwikora (Pontianak) dan Pelabuhan Laut Bitung (Sulut).
Baca juga: Menko Airlangga lepas ekspor telur tetas ke Myanmar-Vietnam
Baca juga: Kalsel ekspor komoditas pertanian senilai Rp868,8 miliar

 

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mendag bahas peningkatan bisnis bersama mitra ekspor RI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar