Kenangan AmPm tampil di Jakarta empat tahun lalu

Kenangan AmPm tampil di Jakarta empat tahun lalu

AmPm di Spotify on Stage 2017 (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Sebagai pendatang baru yang tidak memiliki ekspektasi apa pun, AmPm – duo kreatif bertopeng asal Jepang – mengaku sangat terkesan dengan antusiasme penonton Indonesia saat tampil di panggung Spotify on Stage Jakarta 2017.

Memperingati 4 tahun tampil di Indonesia, AmPm pun memberi tribut khusus melalui media sosial mereka di Facebook, Twitter dan Instagram Stories AmPm.Tokyo.

Baca juga: Review - Daily Drive dari Spotify, playlist paduan musik dan berita

Dikutip dari siaran resmi, berikut adalah kenangan tak terlupakan AmPm (dibaca: Ampam) mengenai penampilan mereka di Jakarta.

AmPm mengatakan momen Spotify on Stage Jakarta 2017 merupakan kesempatan berharga tak lama setelah debut. Mereka merasa ada rasa persatuan ketika semua penonton menyanyikan lagu nasional Indonesia yang diputar sesaat sebelum acara dimulai.

"Awalnya kami kira para penonton ingin melihat artis lain yang akan tampil. Di luar dugaan, ketika tampil, semua orang menyanyikan lagu kami dalam gemuruh paduan suara yang besar," kata mereka.

Dari berbagai kenangan yang tak terlupakan selama berkarier, AmPm mengatakan acara itulah yang menjadi satu momentum untuk tampil di luar Jepang dan berperan aktif di dunia. Mereka berpartisipasi dalam acara ini atas rekomendasi Spotify Jepang.

"Karena kesempatan ini datang tidak lama setelah kami melakukan debut, jujur kami mempersiapkan konser dengan tergesa-gesa," ungkap mereka.

Mereka juga berkenalan lewat Dipha Barus di panggung tersebut, hubungan yang berlanjut lewat media sosial dan membuahkan kolaborasi tahun ini. Dipha Barus me-remix lagu AmPm, “On The Black and White” (feat. Doul).

Baca juga: Memaknai kemerdekaan RI ala Rossa

Saat tiba di Indonesia, mereka dapat kesan ada banyak penggemar yang antusias. Keramahan masyarakat Indonesia membuat mereka ingin datang berkali-kali.

"Secara pribadi, kami merasakan adanya peleburan budaya tradisional Indonesia dan budaya (pop) modern sehingga tercipta karya budaya yang unik."

Ada satu cerita lucu saat berkunjung ke Jakarta. Selama ini AmPm selalu tampil dengan topeng, mereka menutup identitas dan penampilan karena ingin menyampaikan musik tanpa dinilai lewat penampilan. Inspirasi menggunakan topeng muncul setelah menonton pertunjukan "Sleep No More: di New York. Penampilan khas mereka adalah topeng bentuk kelinci. Tapi sebelumnya mereka pernah mencoba topeng binatang lain, seperti beruang kutub saat debut. Tak menutup kemungkinan mereka akan mengubah topeng yang dipakai di kemudian hari, entah binatang atau tumbuhan.

Meski identitasnya anonim, rupanya tetap ada penggemar di Jakarta yang mengenali mereka di bandara.

"Ketika berada di bandara dalam perjalanan pulang, kami berbaris di pos pemeriksaan imigrasi, staf bandara memanggil saya dan ternyata mereka mengenali kami dan meminta untuk berfoto bersama. Itu merupakan salah satu kenangan kami. Kami tidak memakai topeng pada waktu itu. Jadi, kami masih bertanya-tanya hingga sekarang bagaimana ya mereka bisa mengenali kami," tutur AmPm.

Mereka berharap bisa segera berkunjung ke Indonesia lagi dan menggelar konser.

"Saat ini, kami sedang merilis lagu dance serial bertemakan kota-kota yang berkesan selama perjalanan karir kami. Dan kami punya rencana merilis lagu dance tentang Indonesia setelah ini."

Karier awal AmPm ternyata bukan dari dunia musik. Sebagai unit kreatif, musik bukanlah satu-satunya yang dikerjakan oleh kedua anggota AmPm. Kedua anggota AmPm sebetulnya bertemu di dunia fesyen.

"Kami bertemu di sebuah acara. Pada saat itu, kita belum bekerja sama. Hanya saling mendukung satu sama lain setiap kali ada proyek. Tapi, lama kelamaan, proyek yang kami kerjakan sama. Akhirnya, kami membuat sebuah perusahaan dan menciptakan lagu, Best Part of Us, yang diperuntukan sebagai musik konsep perusahaan," tutur mereka.

"Respons publik terhadap lagu bagus. Akhirnya, kami putuskan untuk debut sebagai artis dan lahirlah AmPm. Padahal, kita tidak pernah terpikir untuk memulai debut sebagai artis. Tapi dari situlah awal mulanya. Proyek AmPm dimulai pada 2015. Kami mulai memikirkan konsep apa yang akan dikeluarkan, bahkan topeng apa yang akan kami pakai.”


Baca juga: Raisa, NCT 127, DNCE, AmPm di konser lintas negara semalam

Baca juga: Spotify uji coba paket terbarunya "Spotify Plus"

Baca juga: Rintik Sedu ajak pendengar temukan arti cinta sempurna di siniar baru

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar