Science Film Festival, Belajar Lewat Film

Science Film Festival, Belajar Lewat Film

Film berjudul Intelligent Plant salah satu film yang akan diputar dalam Science Film Festival (istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - Mulai tanggal 16 sampai 30 November 2010, anda bisa mengajak putra putri anda yang masih mengenyam pendidikan di sekolah untuk belajar ilmu pengetahuan melalui film dalam ajang Science Film Festival.

Acara ini baru pertama kali diadakan di Indonesia dan diadakan serentak di Kamboja, Indonesia, Filipina dan Thailand. Festival ini pertama kali diadakan di bangkok tahun 2005.

Festival ini bertujuan menunjukkan pada anak-anak bahwa ilmu pengetahuan sangatlah menyenangkan dan hidup adalah tentang mempertanyakan banyak hal. Profesor Yohanes Surya, Ph. D Rektor Universitas Multimedia Nusantara mengaku dia melihat banyak siswa yang takut pada pelajaran seperti matematika atau fisika. Dia merasa cara mengajar guru perlu diubah supaya pelajaran lebih menarik.

"Saya melihat banyak yang ketakutan terhadap "science." Saya pikir ada sesuatu yang perlu dibenahi dalam pengajaran matematika, fisika. Saya melihat pengajaran itu sangat monoton. Kemudian saya mulai berpikir itu harus diubah bagaimana membuat itu mejadilebih menarik lagi, dengan membuat komik dan acara televisi," kata pelindung utama Science Film Festival itu, dalam jumpa pers yang bertempat di Goethe Institut, Menteng, Jakarta, Kamis (11/11).

Film yang diputar sebanyak 28, yang berasal dari Australia, Austria, Perancis, jerman, Indonesia, Italia, Polandia, Thailand, Belanda, Filipina dan Inggris. Semua film dialih suarakan dalam bahasa Indonesia.

Dalam salah satu film yang diputar kita bisa mengetahui kenapa jantung kita berdegup kencang saat naik "roller coaster." Meski saat kita naik kereta dengan kecepatan yang sama dengan "roller coaster" jantung kita berdetak normal.

Anak-anak yang yang datang ke pemutaran film tidak akan hanya menjadi penonton. Mereka juga dilibatkan dalam beberapa kegiatan menarik, seperti eksperimen dan kuis yang berkaitan dengan isi film.

"Festival ini "down to earth." Festival ini memiliki dua aspek, film dan aktivitas," kata Katrin Sohns, koordinator festival.

Target festival ini adalah anak-anak berusia 9-16 tahun. Pemutaran film bertempat di blitzmegaplex Pacific Place, Universitas Paramadina, PPIPTEK-TMII dan Goethe Institut Jakarta.

Festival ini merupakan kerja sama Goethe Institut Indonesia bersama Universitas Paramadina, UNESCO dalam kerja sama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Kedutaan Jerman dan Perancis di Indonesia, Bayer Indonesia, Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKOIND) dan blitzmegaplex. Didukung oleh Departemen Pendidikan dan Depertemen Penelitian dan Teknologi, dibantu SIEMENS, Surya Institute dan Universitas Multimedia Nusantara, Kuark Magazine, The Jakarta Post, MetroTV dan BChannel.

Untuk menyaksikan film-film yang diputar tidak dipungut biaya, namun harus memesan tempat terlebih dahulu. Untuk pemesanan tempat bisa mengirim e-mail ke sff@jakarta.goethe.org.

(ENY/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2010

Komentar