Pidato RAPBN 2022

Sri Mulyani ungkap alasan Anggaran PEN 2022 turun, hanya Rp321 triliun

Sri Mulyani ungkap alasan Anggaran PEN 2022 turun, hanya Rp321 triliun

Arsip Foto - Perajin membuat bata di Kampung Karundang, Cipocok Jaya, Serang, Banten, Minggu (28/2/2021). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi pemerintah menaikkan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari Rp579 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp599,43 triliun tahun 2021 antara lain digunakan untuk menambah volume KUR (Kredit Usaha Rakyat) guna membangkitkan kembali para pelaku usaha kecil yang terdampak pandemi. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hp/am.

Untuk PEN Rp321 triliun. Tentu ini yang kita sebutkan responsiveness dan fleksibilitas apabila COVID-19 melonjak kita bisa melakukan realokasi
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menetapkan anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional pada 2022 adalah sebesar Rp321 triliun atau lebih rendah dibandingkan tahun ini yang mencapai Rp744,45 triliun.

“Untuk PEN Rp321 triliun. Tentu ini yang kita sebutkan responsiveness dan fleksibilitas apabila COVID-19 melonjak kita bisa melakukan realokasi,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2022 secara daring di Jakarta, Senin.

Sri Mulyani mengatakan belanja PEN 2022 tersebut melingkupi bidang kesehatan, perlindungan masyarakat, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Imbal Jasa Penjaminan (IJP) , pariwisata, teknologi informasi dan komunikasi dan ketahanan pangan.

Dalam hal ini pandemi masih akan menjadi faktor untuk melanjutkan vaksinasi sekaligus klaim-klaim pasien yang terus berlangsung sampai tahun depan, termasuk insentif tenaga kesehatan dan pengadaan obat.

Sri Mulyani menuturkan anggaran PEN 2022 sebesar Rp321 triliun bersifat fleksibel karena pemerintah dapat melakukan realokasi dan refocusing jika terjadi peningkatan kasus COVID-19.

Ia menjelaskan alokasi anggaran untuk PEN ini meliputi pengalokasian yang memang untuk PEN serta realokasi dan refocusing anggaran dari belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebagai bagian dari upaya pemulihan.

Baca juga: Presiden Jokowi ingatkan belanja PEN harus cepat direalisasikan

“Ini sifatnya memang selalu indikatif karena kalau kita sajikan adalah yang betul-betul untuk PEN plus PEN dari belanja K/L yang ditandai sebagai bagian dari pemulihan ekonomi,” jelas Sri Mulyani.

Oleh sebab itu ia meminta agar K/L harus benar-benar menggunakan anggaran belanja mereka untuk program-program yang prioritas sesuai rencana kerja pemerintah.

Meski demikian, ia menegaskan K/L tetap harus fokus pada reformasi dan pelayanan publik mengingat fleksibilitas defisit APBN di atas 3 persen akan segera berakhir pada 2023.

“Jika ekonomi baik dan COVID-19 bisa terjaga dan terkendali maka kita akan terus bisa melakukan program-program yang tidak perlu harus melakukan refocusing,” ujarnya.

Sementara itu berdasarkan bahan paparan Menteri Keuangan disebutkan bahwa realisasi anggaran PEN 2021 diproyeksikan sebesar Rp723,7 triliun atau 97,2 persen dari pagu Rp744,45 triliun.

Baca juga: Menko Airlangga: Realisasi PEN terus naik, capai 41 persen akhir Juli

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkeu sebut sinergitas antar lembaga hindari penyelewengan PC-PEN

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar