Bupati Kediri: Tren COVID-19 di Kabupaten Kediri mulai turun

Bupati Kediri: Tren COVID-19 di Kabupaten Kediri mulai turun

Bupati Kediri Handindhito Himawan Pramana saat memimpin upacara HUT Ke-76 Kemerdekaan RI di Pendopo Panjalu Jayati, Kediri, Jawa Timur, Selasa (17/8). ANTARA/ HO-Kominfo Kabupaten Kediri

yang meninggal menurun, walaupun belum signifikan
Kediri (ANTARA) - Bupati Kediri Handindhito Himawan Pramana menegaskan tren kasus COVID-19 di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kini mulai turun yang terlihat dari tidak adanya penumpukan pasien di rumah sakit.

"Kabupaten Kediri sampai sekarang masih melawan COVID-19, namun tren COVID-19 sudah mulai turun. Sudah tidak ada lagi penumpukan pasien di rumah sakit, sudah tidak ada lagi pasien yang tidak mendapatkan tempat tidur dan sebagainya," katanya di Kediri, Selasa.

Pihaknya menegaskan, sinergisitas dengan berbagai pihak turut serta mendukung tren COVID-19 di Kabupaten Kediri yang mulai turun.

Di HUT Ke-76 Kemerdekaan RI ini, dirinya berharap nantinya semakin mampu menumbuhkan semangat untuk kembali menumbuhkan ekonomi di Kabupaten Kediri.

"Perlu dipikirkan cara-cara salah satunya adalah dengan menggenjot UMKM. Ini nanti saya minta kepada Dinas Kopusmik untuk segera merealisasikan baik itu penanganan ekonomi ataupun bantuan sosial. Agar realisasi anggarannya bisa 100 persen," kata Mas Bup, sapaan akrabnya.

Baca juga: Puluhan ibu hamil suspek COVID-19 di Kediri
Baca juga: Tatkala anak menjadi yatim karena orang tua meninggal karena COVID-19


Di Kabupaten Kediri, hingga Senin (16/8) terdapat 9.795 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Ada 959 orang yang sudah meninggal dunia, dan ada 1.511 orang yang masih dirawat.

Untuk rumah sakit rujukan COVID-19 di Kabupaten Kediri antara lain RS SLG Kabupaten Kediri, RSKK, serta RS HVA Toeloengredjo. Selain itu, juga ada rumah sakit lainnya yang juga dimanfaatkan untuk menangani pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Pemkab Kediri juga giat melakukan vaksinasi pada masyarakat, termasuk saat peringatan Hari Pramuka yang ke-60, juga dilakukan vaksinasi COVID-19 yang menyasar pelajar.

Baca juga: 1.000-an pelajar SMAN I Kediri ikut vaksinasi COVID-19
Baca juga: Tatkala anak menjadi yatim karena orang tua meninggal karena COVID-19


Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib mengatakan pemerintah berupaya keras agar virus ini bisa ditekan. Saat ini, kasus memang naik turun, namun diharapkan bisa semakin berkurang.

"Ini kasus naik turun. Kalau yang meninggal menurun, walaupun belum signifikan dan masih kategori tinggi," katanya.

Ia mengatakan, rata-rata mereka yang meninggal dunia ada di rumah sakit. Kondisinya sudah drop, sehingga nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Guna menekan penyebaran COVID-19, Dinkes juga menggandeng relawan untuk ikut membantu sosialisasi penanganan protokol kesehatan. Salah satunya dengan mengenalkan layanan telemedicine secara gratis, yang kini bisa dimanfaatkan semua masyarakat di Kabupaten Kediri.

Layanan itu, kata Ahmad tentunya sangat bermanfaat bagi warga, terutama mereka yang membutuhkan konsultasi secara daring baik soal kesehatan, hingga resep obat. 

Baca juga: Pemkot Kediri harapkan kuota vaksin dinaikkan
Baca juga: Penggunaan tempat tidur "BOR" Kota Kediri mulai turun
Baca juga: Wali Kota Kediri instruksikan ASN beli produk UMKM bantu isoman

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar