Kemenkeu alokasikan Rp27,4 triliun untuk pengembangan TIK 2022

Kemenkeu alokasikan Rp27,4 triliun untuk pengembangan TIK 2022

Tangkapan layar - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dalam acara Strategi dan Outlook Perekonomian dan Kesejahteraan di Jakarta, Rabu (18/8/2021). ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah/am.

Kita melanjutkan penyelesaian pembangunan infrastruktur strategis dan ini terkait dengan pelayanan dasar untuk mendukung produktivitas serta juga program prioritas di teknologi informasi
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menyatakan pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp27,4 triliun untuk pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada tahun depan.

Anggaran pengembangan TIK ini meliputi belanja pemerintah pusat Rp24 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp3,4 triliun.

“Kita melanjutkan penyelesaian pembangunan infrastruktur strategis dan ini terkait dengan pelayanan dasar untuk mendukung produktivitas serta juga program prioritas di teknologi informasi,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan bahan paparan Febrio, arah kebijakan TIK tahun depan meliputi membangun dan mengembangkan infrastruktur TIK untuk pemerataan akses serta konektivitas broadband di seluruh Indonesia.

Baca juga: Kominfo-ITU bahas kolaborasi pengembangan TIK

Kemudian mendorong transformasi digital pada sektor ekonomi dan pemerintahan serta mempersiapkan ekosistem digital sekaligus SDM talenta digital.

Selain itu juga pembangunan pusat data nasional dan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta peningkatan pengembangan SDM dalam industri TIK.

Sementara itu, pemanfaatan anggaran TIK untuk belanja K/L adalah penyediaan Base Tranceiver Station (BTS) sebanyak 9.586 lokasi desa di wilayah 3T, akses internet di 20.965 lokasi layanan publik, satelit multifungsi, pembangunan pusat data nasional serta utilisasi Palapa Ring.

Untuk pemanfaatan anggaran TIK dari TKDD adalah sebagai media pendidikan dan perangkat TIK pendidikan, serta pengadaan sistem informasi manajemen RS (SIM RS).

Kemudian juga telemedicine dan telekonsultasi, penyediaan prasarana sistem informasi keluarga, balai penyuluhan KB, serta dana desa untuk pengembangan desa digital.

Baca juga: Menperin dorong industri TIK bangun pusat penelitian dan pengembangan

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Literasi keuangan digital antisipasi masalah keamanan data

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar