Kedai kopi di Bali tampilkan body painting untuk meriahkan HUT RI

Kedai kopi di Bali tampilkan body painting untuk meriahkan HUT RI

Pertunjukan body painting di NAD Coffee and Eatery, Gianyar, Bali. ANTARA/Naufal Fikri Yusuf

Gianyar (ANTARA) - Kedai kopi NAD Coffee and Eatery di wilayah Kabupaten Gianyar, Bali, menampilkan kegiatan body painting atau melukis tubuh untuk memeriahkan peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Dalam rangka menyambut HUT RI tahun ini, kami menampilkan body painting dengan dua orang model yang dilukis dengan lukisan bertema semangat perjuangan," ujar pengelola NAD Coffee and Eatery Putu Krisna Danista Gautama, Rabu.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengajak pengunjung kedai kopi untuk turut memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan serta menjadi daya tarik tersendiri.

Dalam kegiatan body painting itu, tubuh dua orang model dilukis oleh seorang seniman dengan dengan berbagai gambar bertema semangat perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan. Setelah selesai dilukis, model juga berjalan di kawasan kedai untuk memperagakan lukisan di tubuhnya kepada para pengunjung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Krisna Danista Gautama menjelaskan, NAD Coffee and Eatery yang berlokasi di kawasan Pasekan, Batubulan, Gianyar, itu juga telah memberikan diskon sebesar 17 persen bagi pembelian pengunjung dalam menyambut momentum 17 Agustus.

"Karyawan dan sejumlah pengunjung kami juga dicat pipinya dengan bendera merah putih. Harapan kami semua rangkaian kegiatan ini dapat meningkatkan rasa nasionalisme dalam momentum peringatan HUT RI," katanya.

Seniman pelukis tubuh, Panca menjelaskan, melalui lukisan di tubuh model itu, dirinya ingin mengajak masyarakat untuk dapat meneladani semangat kemerdekaan bangsa dalam kehidupan saat ini.

"Untuk kesulitannya saya rasa tidak terlalu sulit karena saya sudah sering melukis di tubuh model seperti ini. Semoga dengan lukisan saya di momentum peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, rasa nasionalisme dan cinta tanah air masyarakat khususnya pengunjung NAD Coffee and Eatery ini terus meningkat," ungkapnya.

Baca juga: Kedai "specialty coffee" Indonesia dibuka di Mesir
Baca juga: Warga Italia kembali ngopi di luar rumah setelah pembatasan melonggar

Baca juga: Mengintip warung kopi gaya Hainan di Singapura
 

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

"Ngopi" sambil belajar bahasa isyarat di kedai Kopi Tuli

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar