LIPI wajibkan peneliti ahli utama cari anggaran eksternal untuk riset

LIPI wajibkan peneliti ahli utama cari anggaran eksternal untuk riset

Pelaksana harian Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono berbicara dalam Webinar Riset dan Inovasi untuk Merah Putih di Jakarta, Rabu (18/8/2021). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mewajibkan peneliti ahli utama mencari anggaran eksternal untuk mendukung pendanaan penelitian melalui kolaborasi dengan mitra seperti dengan kementerian/lembaga lain dan industri.

"Dengan belanja penelitian yang kecil maka diharapkan para peneliti bisa menggaet kolaborasi eksternal dengan industri dan kementerian/lembaga sehingga mau tidak mau terbentuk kolaborasi ini," kata Pelaksana harian Kepala LIPI Agus Haryono dalam Webinar Riset dan Inovasi untuk Merah Putih di Jakarta, Rabu.

Dengan demikian, kolaborasi antara peneliti LIPI dengan mitra eksternal seperti di kementerian/lembaga dan swasta menjadi lebih meningkat.

Baca juga: LIPI bangun infrastruktur riset strategis besar-besaran

LIPI melakukan rekayasa anggaran dan mengalokasikan sebagian besar anggaran yang dimiliki untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur riset strategis sehingga belanja barang penelitian menjadi ramping yakni Rp75 miliar dari sebelumnya sebesar Rp350 miliar.

Untuk mencukupi pendanaan penelitian, maka harus tercipta kolaborasi dengan mitra eksternal sehingga pembiayaan riset tidak sepenuhnya berasal dari dalam lembaga sendiri, tapi justru sebaiknya dari sumber eksternal.

Kolaborasi-kolaborasi tersebut juga akan mendukung LIPI untuk mencapai targetnya yakni pada 2024, 50 persen anggaran LIPI berasal dari sumber eksternal.

Itu berarti akan terjadi peningkatan partisipasi swasta untuk terlibat dalam pendanaan penelitian yang ada di lembaga penelitian dan pengembangan.

Saat ini, pemerintah mendanai 80 persen biaya riset yang ada di Tanah Air, sementara swasta hanya berkontribusi sekitar 20 persen.

Baca juga: LIPI: Kuasai teknologi konservasi dan keanekaragaman hayati

Diharapkan sumber pendanaan riset akan bergeser dari mayoritas pemerintah menjadi mayoritas swasta sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju.

Selain itu, dengan semakin banyak berkolaborasi, Agus menuturkan akan semakin banyak input baik yang bisa diperoleh dari penelitian dengan mitra dalam negeri, pihak luar dan swasta.

Melalui kolaborasi, lanjut Agus, juga akan terjadi pertukaran ide dan pemikiran, berbagi praktik baik, mendukung pendanaan penelitian, dan memudahkan penelitian berjalan.

Baca juga: LIPI ciptakan ekosistem ramah riset dan inovasi dengan strategi SIAP
Baca juga: LIPI: Eksplorasi cara baru berinovasi peringati HUT ke-76 RI
Baca juga: LIPI intensifkan riset baterai lithium untuk kendaraan listrik

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BRIN kaji efektivitas vaksin hadapi varian Mu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar