LSM desak hukuman berat bagi pelaku pembantaian gajah di Aceh

LSM desak hukuman berat bagi pelaku pembantaian gajah di Aceh

Tim BKSDA bersama mitra menekropsi (bedah bangkai hewan) gajah sumatera yang ditemukan mati tanpa kepala, di Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Senin (12/7/2021). Gajah jantan itu diduga dibunuh dan kepalanya dipotong untuk mengambil gadingnya. ANTARA/Hayaturrahmah

Banda Aceh (ANTARA) - Lembaga Suar Galang Keadilan (LSGK) mendesak agar pelaku pembantaian gajah di Aceh Timur dihukum berat, sehingga memberi efek jera sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak berburu satwa liar.

Program Manajer LSGK, Missi Muizzan, Rabu, mengatakan, mereka sangat mengapresiasi kerja keras Polda Aceh, Polres Aceh Timur, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) Aceh dalam pengungkapan kasus kematian gajah sumatera di Aceh Timur.

“Harapannya pelaku pembunuh gajah ini dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku dan memberikan efek jera bagi pelaku,” kata Missi Muizzan dalam keterangan diterima di Banda Aceh.

Baca juga: Gajah sumatera yang terpisah dari rombongannya dibunuh di Riau

Ia menjelaskan LSGK konsen dalam perlindungan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem, salah satunya satwa liar yang dilindungi di Indonesia.

Pada Senin (16/8) lalu, kata dia, Polres Aceh Timur berhasil menangkap lima orang terduga pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati tanpa kepala di area perkebunan sawit PT Bumi Flora di Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.

“Kita berharap kepolisian juga mengandeng instansi lain untuk bersama-sama mengembangkan kasus ini guna menyasar sindikat perdagangan organ tubuh satwa lindung yang lebih luas lagi, yang selama ini bermain bebas di Aceh,” katanya.

“Paling penting hukuman bagi pelaku menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya untuk tidak main-main melakukan perbuatan yang mengancam kepunahan satwa liar yang dilindungi,” katanya.

Baca juga: Pemburu gading juga bunuh anak gajah

Sesuai dengan UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, kata dia, maka berhasilnya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem berkaitan erat dengan menjamin terpeliharanya proses ekologis yang menunjang sistem penyangga kehidupan bagi kelangsungan pembangunan dan kesejahteraan manusia.

“Mengingat negara Indonesia adalah negara hukum, maka pengelolaan konservasi sumber daya alam hayati beserta ekosistemnya perlu diberi dasar hukum yang jelas, tegas, dan menyeluruh guna menjamin kepastian hukum dalam rangka sadar konservasi,” katanya.

Baca juga: Lagi Tiga Gajah Mati Diduga Dibunuh

Sebelumnya, Polres Aceh Timur menangkap lima terduga pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan tanpa kepala di area perkebunan sawit, di Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Winardy, didampingi Kepala Polres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro, di Banda Aceh, Selasa, mengatakan kelima pelaku yang ditangkap memiliki peran masing-masing.

"Kelima pelaku yang ditangkap yakni berinisial JN alias DG (35), EM (41), SN (33), JZ (50), dan RA (46). Pelaku JN alias DG diduga yang meracuni dan memotong leher gajah tersebut," kata Winardy.

Baca juga: Tahun Ini 30 Gajah Sumatra Mati Dibunuh

Sedangkan empat terduga pelaku lainnya berperan sebagai penjual atau yang memperdagangkan bagian tubuh satwa dilindungi itu.

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kabupaten Abdya Aceh terima 6.120 dosis vaksin

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar