Jubir: Indeks komposit PPKM meningkat, waspadai peningkatan kasus

Jubir: Indeks komposit PPKM meningkat, waspadai peningkatan kasus

Tangkapan layar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro saat menyampaikan keterangan pers secara virtual yang dipantau dari Jakarta, Rabu (18/8/2021). (ANTARA/Andi Firdaus).

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi peningkatan kasus harian dalam tiga pekan mendatang.

"Indeks komposit indikator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mengalami peningkatan hampir di seluruh wilayah dibandingkan dengan akhir bulan lalu," kata Reisa Broto Asmoro saat menyampaikan keterangan pers secara virtual yang dipantau dari Jakarta, Rabu.

Reisa mengatakan hingga saat ini aplikasi PeduliLindungi telah mencatat lebih dari 1 juta kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan atau mall.

Baca juga: DKI tingkatkan kapasitas mal jadi 50 persen

"Meski masih terus disempurnakan, aplikasi PeduliLindungi berkontribusi cukup baik dalam penanganan pandemi," katanya.

Reisa mengatakan pemerintah selalu mengedepankan keseimbangan antara aspek kesehatan dan ekonomi dalam penanganan pandemi.

Sesuai arahan Koordinator PPKM Jawa Bali sekaligus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Panjaitan, kata Reisa, pembukaan kembali mobilitas dan aktivitas masyarakat harus dilakukan secara bertahap.

Langkah pembukaan mobilitas dan aktivitas masyarakat ini diiringi dengan peningkatan cakupan vaksinasi, kepatuhan terhadap protokol Kesehatan, dan kecepatan testing, tracing dan treatment (3T). Hal ini diharapkan membuat pembukaan tidak memicu kenaikan penyebaran COVID-19 secara signifikan.

“Bapak Menko Marinves telah menjelaskan bahwa selama COVID-19 ini masih menjadi pandemi, PPKM ini akan tetap digunakan sebagai instrumen untuk mengendalikan mobilitas dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Jika situasi semakin membaik, Reisa mengatakan level PPKM akan diturunkan ke level yang lebih rendah.

Baca juga: Yogyakarta susun aturan baru pariwisata bersiap jika PPKM dilonggarkan

"Pemerintah akan mengambil langkah secara bertahap untuk menyiapkan masyarakat Indonesia ke situasi kehidupan 'new normal' atau adaptasi dengan kebiasaan baru," katanya.

Reisa menambahkan evaluasi akan dilakukan setiap pekan agar setiap perubahan dapat direspons dengan cepat. Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan perpanjangan PPKM sampai dengan 23 Agustus 2021.

Menurutnya, selama kota dan kabupaten mengalami kemajuan dalam penerapan prokes, 3T, dan cakupan vaksinasi, level PPKM di wilayah itu akan diturunkan. Dengan begitu, aktivitas masyarakat dapat dibuka secara bertahap.

Reisa mencontohkan, pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas maksimum untuk tempat ibadah menjadi 50 persen di kota/kabupaten yang menunjukkan perbaikan kinerja penanganan COVID-19.

Selain itu, olahraga jenis outdoor yang dilakukan secara individu atau kelompok dengan jumlah tidak lebih dari empat orang dan tidak melibatkan kontak fisik akan diizinkan beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Uji coba penerapannya akan dilakukan dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada empat wilayah aglomerasi di Jawa-Bali seperti Jabodetabek, Bandung raya, Semarang Raya dan Gerbang Kertasusila di Jawa Timur,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah akan meningkatkan kapasitas kunjungan mall menjadi 50 persen selama sepekan ke depan. Peningkatan kapasitas ini juga akan diiringi dengan pemberian akses dine-in atau makan di tempat maksimal dengan kapasitas maksimal 25 persen atau 2 orang per meja.

Baca juga: Kemenkes: Keterisian BOR di atas 80 persen hanya terjadi di Sumut
Baca juga: FKUB paparkan sejumlah tantangan dan pendekatan hadapi pandemi

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polda Jateng maksimalkan fungsi posko PPKM Mikro

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar