Paris Dihantui Serangan Kepinding

Paris (ANTARA News) - Hewan kecil yang haus darah dan tak kenal kasihan yang telah menjadi mimpi buruk buat jutaan warga New York City, Amerika Serikat, "menemukan jalan ke Paris" dan menebar ketakutan mengenai wabah yang akhirnya dapat berubah jadi pembunuh kegiatan pariwisata.

Kepinding, atau yang dalam bahasa Prancis dikenal sebagai "punaises de lit" atau "jarum gambar yang buruk", sangat jarang ditemukan di Prancis sekitar tiga tahun lalu. Hewan penghisap darah itu sangat jarang ditemukan di rumah tak seperti tikus atau kacoa dan jauh dari pantauan radar pejabat kesehatan masyarakat.

Seorang pegawai di bagian kesehatan masyarakat di Balai Kota Paris yang tak mau disebutkan jatidirinya mengatakan lebih dari 600 tempat di kota tersebut telah memerlukan penanganan akibat "serangan" tumbila sepanjang tahun ini --peningkatan tajam dari 2009.

Meskipun para pejabat kota itu meremehkan luasnya masalah kepinding, dan menolak istilah "serbuan", petugas pembasmi hama mengatakan kutu busuk itu menyebar dengan sangat cepat ke seluruh ibukota Prancis tersebut. Hewan itu bahkan sudah muncul di banyak bagian negeri tersebut, demikian laporan wartawan Reutes, Patrick Vignal dan Nick Vinocur.

"Katakan saja itu dimulai pada 2007," kata Reynald Boudet, pemimpin tokoh pembasmi hama Aurouze di Paris. "Saat itu, kami menerima 10 permintaan per tahun. Sekarang permintaanya lebih dari seratus, kali ... Kami menerima makin banyak permintaan bagi produk (pemusnah hama) dari seluruh negeri ini."

Pelancong dari Amerika Serikat dan Kanada barangkali menjadi "tuan rumah" bagi parasit kecil tersebut --yang bersarang di kain pakaian --keseringan tempat tidur-- dan menghisap darah manusia pada malam hari, katanya.

Masalah itu menarik perhatian masyarakat ketika France Info, satu stasiun radio berita, pada Selasa (16/11) melaporkan beberapa hotel di Paris telah menghadapi penyebaran. Satu hotel, katanya, membuang semua karpet dan furniturnya seelah banyak tamu mengeluh gatal-gatal akibat gigitan "makhluk yang tak mengenal belas kasih tersebut".

Balai Kota Paris menyatakan kantor itu kebanjiran telefon.

Wanita jurubicara Balai Kota mengatakan ia tak memiliki statistik mengenai kepinding. Ia mengatakan mereka tak memiliki status prioritas dan hanya menghitung "sedikit" permintaan mengenai kunjungan pemusnahan oleh masyarakat.

Meskipun begitu, wabah di Paris dapat menghalangi wisatawan memesan kamar hotel atau menyewa apartemen, sehingga berpotensi mengancam industri yang menghasilkan miliaran dolar per tahun itu.

Kepinding, yang memiliki ukuran tubuh sebesar butir padi dan berbenduk rata, telah membuat sakit kepala ribuan warga New York, Amerika Serikat, sejak serbuannya "yang tak dapat dihentikan" dan membuat tubuh warga kota tersebut gatal-gatal dan dipenuhi bintik merah.

Hewan itu, meskipun bukan penyebar penyakit tapi memiliki reputasi buruk sulit dibasmi, bersarang di tempat tidur atau jok furnitur tempat mereka dapat bertahan hidup selama satu tahun tanpa makan atau menghadapi temperatur ekstrem saat mereka menunggu kedatangan seseorang yang dapat menjadi penampung mereka.

Petugas pembasmi hama menggunakan bahan kimia keras untuk membersihkan apartemen dari makhluk kecil pengganggu tersebut, proses serbuan yang memaksa penyewa untuk memindahkan dan membersihkan semua milik mereka.

Parasit itu sangat efisien dalam menyebar di lingkungan kota seperti Paris atau New York, tempat hewan tersebut menyerbu PBB, serta kantor mantan presiden AS Bill Clinton dan toko pakaian dalam Victoria`s Secret.

"Mereka lebih buruk daripada kacoa sebab mereka menghisap darah," kata Boudet dari Aurouze. "Orang bisa membawa hewan itu ke rumah mereka lewat menginap di rumah teman."
(ANT/A024)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2010

Komentar