Selena Gomez mengaku lega saat didiagnosis bipolar

Selena Gomez mengaku lega saat didiagnosis bipolar

Selena Gomez. (Instagram/@selenagomez)

Jakarta (ANTARA) - Selena Gomez mengaku merasa lega saat didiagnosis mengalami gangguan bipolar.

Dikutip dari People, Jumat, Selena Gomez yang akan menjadi model sampul edisi ELLE September mendatang itu berterus terang membahas tentang keadaan kesehatan mentalnya, termasuk gangguan bipolar yang dialaminya.

Baca juga: Kanye West minta maaf pada Kim Kardashian usai marah-marah di Twitter

"Aku merasakan beban besar terangkat dariku saat aku tahu (mengidap bipolar)," kata pelantun "Lose You to Love Me" itu.

Gangguan bipolar adalah kelainan mental yang menyebabkan pergeseran yang tidak biasa dalam mood, energi, tingkat aktivitas, konsentrasi, dan kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari.

Selain menceritakan kesehatan mentalnya, Selena juga menceritakan saat dia juga didiagnosis mengidap lupus pada tahun 2014, menjalani transplantasi ginjal, serta kemoterapi. Dia mengaku sengaja mengungkapkan kondisi kesehatannya untuk membantu orang lain menjaga kesehatannya.

"Ada hal-hal yang sejujurnya membuatku sedih. Setiap kali aku menjalani sesuatu, aku seperti, 'Apa lagi? Apa lagi yang harus aku hadapi?'" katanya.

Baca juga: Selena Gomez didiagnosis bipolar

Untuk menguatkan dirinya sendiri, Selena berkata pada dirinya sendiri bahwa dia akan membantu orang lain. Dengan demikian, Selena pun merasa kembali bersemangat untuk berjuang melewati penyakitnya.

Sebagai upaya menjaga kesehatan mentalnya agar tetap stabil, Selena juga mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, dia menjaga media sosialnya dan menjauhkan diri dari hal-hal negatif. Dia mengaku hal ini telah membantu meredamkan kecemasannya.

Lebih lanjut Selena juga menceritakan bahwa baru-baru ini dia meluncurkan dana untuk mengumpulkan 100 juta dolar AS (Rp1,4 triliun) selama 10 tahun ke depan untuk menghubungkan orang-orang di komunitas kesehatan mental.

"Aku telah menjadi juara untuk kesehatan mental selama beberapa tahun dan berbicara dengan sangat terbuka tentang pengalamanku,"

"Aku sangat ingin banyak perubahan di ruang itu, dan aku menginginkan orang-orang dari segala usia untuk memahami bahwa pikiran itu tidak sederhana." tutup Selena.

Baca juga: Studi klaim polusi udara dapat sebabkan bipolar dan depresi

Baca juga: Mariah Carey ungkap dirinya mengidap gangguan bipolar

Baca juga: Menggambar bisa jadi terapi kala depresi


Penerjemah: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Psikolog: Bersosialisasi kunci utama jaga mental

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar