Warga RI penerima vaksinasi COVID-19 lengkap capai 30,75 juta jiwa

Warga RI penerima vaksinasi COVID-19 lengkap capai 30,75 juta jiwa

Petugas kesehatan (kanan) menyuntikkan vaksin Sinovac kepada ibu hamil di RSIA Tambak, Jakarta, Rabu (18/8/2021). Vaksinasi tersebut diadakan sekali dalam satu pekan dengan pembatasan maksimal 60 peserta guna melindungi ibu hamil dan janin dari infeksi COVID-19. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.

penduduk yang telah selesai menjalani vaksinasi COVID-19 bertambah 384.612 orang menjadi seluruhnya 30.753.137 orang
Jakarta (ANTARA) - Jumlah warga Indonesia yang telah dua kali mendapat suntikan vaksin COVID-19 atau sudah menjalani vaksinasi lengkap sebanyak 30,75 juta lebih, menurut data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pada Jumat pukul 12.00 WIB.

Data Satuan Tugas yang diterima di Jakarta, Jumat, menunjukkan jumlah penduduk yang telah selesai menjalani vaksinasi COVID-19 bertambah 384.612 orang menjadi seluruhnya 30.753.137 orang.

Sementara itu, jumlah warga yang sudah mendapat suntikan dosis pertama vaksin pada hari ini (20/8) tercatat bertambah 458.124 orang menjadi total 56.504.055 orang.

Baca juga: 56,04 juta jiwa telah mendapat vaksin dosis pertama

Pemerintah berencana melakukan vaksinasi COVID-19 pada 208.265.720 juta warga guna mewujudkan kekebalan komunal terhadap penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2.

Saat ini jumlah warga yang mendapat suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 baru 27,13 persen dari total sasaran dan warga yang sudah selesai menjalani vaksinasi baru mencapai 14,76 persen dari seluruh target vaksinasi.

Pemerintah berupaya mempercepat peningkatan cakupan vaksinasi COVID-19 dengan menyediakan lebih banyak fasilitas pelayanan vaksinasi, termasuk di antaranya menyediakan pelayanan vaksinasi keliling, fasilitas lantatur vaksinasi dan fasilitas pelayanan vaksinasi terapung.

Baca juga: Menko Airlangga: 78,3 juta orang telah divaksinasi sampai 11 Agustus

Baca juga: Hingga Selasa 24.897.580 warga Indonesia telah divaksin lengkap


Secara terpisah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong masyarakat adat di Tanah Air untuk mendapatkan vaksinasi.

“Kami terus mendorong vaksinasi di lingkungan masyarakat adat. Jika pada 2020, masyarakat adat belum terdampak pandemi COVID-19, maka pada 2021 ini, masyarakat adat sudah terdampak pandemi,” ujar Direktur Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Sjamsul Hadi, dalam taklimat media di Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan Kemendikbudristek bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan kementerian lainnya mendorong layanan vaksinasi untuk masyarakat adat.

Baca juga: 101.686.980 dosis vaksin COVID-19 telah terdistribusi ke daerah

Baca juga: Warga Kabupaten Bekasi mulai disuntik vaksin Moderna


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sri Mulyani optimistis Indonesia siap hadapi varian Omricon

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar