Lokasi Festival Adat Kerajaan Nusantara di Sumedang ditinjau Ketua DPD

Lokasi Festival Adat Kerajaan Nusantara di Sumedang ditinjau Ketua DPD

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (kiri) bertemu Sultan Keraton Sumedang Larang Paduka Yang Mulia HRI Lukman Soemadisoeria di Keraton Sumedang Larang Komplek Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (20/8/2021) saat meninjau lokasi Festival Kerajaan Adat Nusantara 2021. ANTARA/HO-DPD RI.

FAKN 2021 itu rencananya digelar di Keraton Sumedang Larang, yang sekarang menjadi Museum Prabu Geusan Ulun di Regolwetan, Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang
Sumedang (ANTARA) - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat, untuk meninjau lokasi yang disiapkan sebagai tempat penyelenggaraan Festival Adat Kerajaan Nusantara (FAKN) 2021 yang diselenggarakan pada September 2021.

FAKN 2021 itu rencananya digelar di Keraton Sumedang Larang, yang sekarang menjadi Museum Prabu Geusan Ulun di Regolwetan, Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.

Kehadiran LaNyalla disambut langsung Sultan atau Sri Radya Keraton Sumedang Larang (KSL), Paduka Yang Mulia HRI Lukman Soemadisoeria, dan putra mahkota Rd Luky Djohari Soemawilaga beserta pengurus keraton lainnya.

LaNyalla didampingi senator lainnya yaitu Fachrul Razi dari Aceh, Bustami Zainudin dari Lampung, Eni Sumarni dari Jawa Barat, Sekjen DPD RI Rahman Hadi, Sekjen Majelis Adat Kerajaan Nusantara Yani WS Koeswodidjoyo dan Ketua Tim Pokja Kerajaan Nusantara Dr Yurisman Star.

Menurut LaNyalla, eksistensi kerajaan-kerajaan di Indonesia harus terus dipelihara, salah satu caranya dengan dihelatnya Festival Kerajaan Nusantara.

"Melalui kegiatan budaya tersebut para pemimpin kerajaan atau kesultanan di seluruh Indonesia bisa unjuk gigi dan menampilkan segala potensinya," katanya.

FAKN adalah sebuah agenda tahunan yang diikuti hampir seluruh kerajaan atau keraton yang masih eksis di Indonesia. Kerajaan-kerajaan yang berpartisipasi menampilkan pakaian adat, persenjataan dan berbagai perangkat kerajaan lainnya, juga pameran budaya dan seni.

Dalam kunjungannya, LaNyalla diajak melihat koleksi-koleksi pusaka dan benda peninggalan dari zaman Kerajaan Pajajaran yang masih dirawat dengan baik oleh Keraton Sumedang Larang.

Ia pun dibuat tertarik dengan koleksi keris yang diceritakan Sultan KSL, yakni dua buah Keris Nagasasra.

"Saya juga punya satu, Keris Nagasasra. Ada beberapa juga keris kuno Kerajaan Pajajaran," katanya.

Senator asal Jawa Timur ini juga diajak berkeliling Kompleks Museum Geusan Ulun yang terdiri dari beberapa bangunan dan lahan kosong. Di antaranya Gedung Pusaka, Gedung Kereta, Gedung Gendeng, Gedung Gamelan, dan Gedung Bumi Kaler.

Selain Keris Nagasasra, LaNyalla juga tertarik dengan mahkota raja koleksi KSL. Mahkota ini merupakan peninggalan Kerajaan Pajajaran terbuat dari emas seberat 5 kg dan usianya lebih dari 500 tahun.

"Namanya Makuta Binokasih peninggalan Prabu Geusan Ulun yang merupakan penutup kepala raja dari emas dengan motif Batara Rama. Ini melambangkan keluhuran seorang raja agar memiliki sifat seperti Batara Rama," kata Sultan KSL Lukman Soemadisoeria.
 
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (dua dari kiri) saat meninjau lokasi Festival Kerajaan Adat Nusantara bersama Sultan Keraton Sumedang Larang Paduka Yang Mulia HRI Lukman Soemadisoeria di Keraton Sumedang Larang Komplek Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (20/8/2021). (FOTO ANTARA/HO-DPD RI)


Baca juga: Presiden buka Festival Keraton Kelima di Sumenep

Baca juga: Di Festival Keraton ASEAN Baubau, "Peka Kande-Kandea" sabet rekor MURI

Baca juga: 143 kerajaan Nusantara ikut Festival Keraton di Kendari

Baca juga: 10 kerajaan mancanegara akan meriahkan Festival Keraton





 

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

DPD RI minta Kemnaker buka pengiriman PMI ke Malaysia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar