Kemendag memantau penerapan aplikasi PeduliLindungi di Sidoarjo

Kemendag memantau penerapan aplikasi PeduliLindungi di Sidoarjo

Penerapan aplikasi PeduliLindungi di salah satu pusat perbelanjaan di Kabupaten Sidoarjo, Jatim. ANTARA//SI/IS.

Kami ingin memastikan apakah aplikasi PeduliLindungi diterapkan dengan baik di semua mal yang telah dibuka
Sidoarjo (ANTARA) -
Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia memantau aplikasi PeduliLindungi pada salah satu pusat perbelanjaan di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat.

Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan Nina Moro, di Sidoarjo, mengatakan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2021, di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali, pusat perbelanjaan di beberapa kota di Jawa Timur diizinkan buka, salah satunya di Kabupaten Sidoarjo.
 
"Kami ingin memastikan apakah aplikasi PeduliLindungi diterapkan dengan baik di semua mal yang telah dibuka. Pada tahap pertama, penerapan di Jawa Timur telah tertib. Semoga saja, pembukaan mal tahap dua ini hasilnya lebih baik," kata Nina, di Lippo Mall Sidoarjo, Jumat.
 
Ia mengemukakan, pengelola pusat perbelanjaan maupun pengunjung diharapkan mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Pihaknya juga mengharapkan, pusat perbelanjaan tidak menjadi klaster penyebaran COVID-19, sehingga protokol kesehatan di pusat perbelanjaan dan sektor lain harus diterapkan.
 
"Berbeda dengan tahap pertama dulu yang dilarang pengunjung mal makan di tempat. Sekarang boleh makan di tempat dengan batas waktu 30 menit. Pengunjung juga dibatasi 25 persen dari kapasitas," kata Nina.
 
Pada kesempatan itu, Mall Director Lippo Plaza Sidoarjo Erick Richardo mengatakan pihaknya telah mempersiapkan dengan baik pembukaan pusat perbelanjaan tahap dua pada 17 Agustus 2021 lalu.
 
Ia mengatakan, pihaknya menyediakan banyak meja kursi di samping pintu masuk yang bisa dipakai pengunjung mal untuk mempersiapkan aplikasi PeduliLindungi sebelum mereka masuk.
 
"Kami juga menyediakan banyak barcode untuk scan aplikasi PeduliLindungi. Bagi pengunjung yang telah scan barcode dan hasilnya berwarna hijau, kami perbolehkan untuk masuk. Kami juga menugaskan beberapa personel customer service untuk membantu pengunjung, agar tidak terjadi antrean," katanya lagi.
Baca juga: Aplikasi PeduliLindungi antara kesehatan dan keamanan data
Baca juga: Pemerataan infrastruktur digital buat PeduliLindungi makin inklusif

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polresta Sidoarjo ungkap perdagangan burung ilegal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar