Menlu: Indonesia harapkan perdamaian, stabilitas di Afghanistan

Menlu: Indonesia harapkan perdamaian, stabilitas di Afghanistan

Tangkapan layar - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memberikan keterangan pers didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto usai menjemput WNI yang dievakuasi dari Afganistan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (21/8/2021). (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

Indonesia terus berharap proses politik yang inklusif, yang 'Afghan-led, Afghan-owned', masih memiliki peluang untuk dilakukan demi kebaikan rakyat Afghanistan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi menyatakan bahwa Indonesia terus berharap agar perdamaian dan stabilitas dapat tercipta di Afghanistan, menyusul memburuknya situasi keamanan di negara itu setelah Ibu Kota Kabul diambil alih gerilyawan Taliban pada Minggu (15/8).

Pernyataan tersebut dikatakan Menlu saat menyambut sejumlah WNI yang tiba di Indonesia pada Sabtu dini hari, usai dievakuasi dari Ibu Kota Afghanistan, Kabul, menggunakan pesawat militer TNI Angkatan Udara.

“Indonesia terus berharap proses politik yang inklusif, yang Afghan-led, Afghan-owned, masih memiliki peluang untuk dilakukan demi kebaikan rakyat Afghanistan,” ujarnya.

Dia pun berharap agar kaum perempuan di Afghanistan dihormati hak-haknya.

Baca juga: Menlu RI, AS bahas perkembangan situasi di Afghanistan

Indonesia, tambahnya, terus berkomitmen untuk membantu menciptakan perdamaian di Afghanistan, terutama melalui kerja sama pemberdayaan perempuan.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah berhasil mengevakuasi sebanyak 26 warga negara Indonesia (WNI) untuk keluar dari Afghanistan yang sedang dilanda krisis keamanan pascapengambilalihan kekuasaan oleh kelompok Taliban.

Menlu menjelaskan bahwa saat ini misi Indonesia di Kabul dijalankan dari Islamabad, mengingat perkembangan terbaru dalam situasi di Ibu Kota Afghanistan itu.

“Semula kita merencanakan untuk tetap melakukan misi KBRI Kabul dengan tim kecil atau tim esensial yang terbatas. Namun demikian, di saat-saat terakhir proses evakuasi terjadi perkembangan baru, dan untuk sementara operasi KBRI Kabul dilakukan dari Islamabad,” terangnya.

Satu Kuasa Usaha Sementara, tambahnya, dan tiga home staff akan menjalankan misi Kabul dari Islamabad.

“Tim kecil ini akan terus melakukan asesmen situasi Afghanistan setiap hari dan menentukan langkah selanjutnya,” tambahnya.

Baca juga: Menlu: Kesepakatan awal Afghanistan-Taliban langkah penting perdamaian
Baca juga: Menlu RI desak DK PBB hentikan kekerasan di Afghanistan


Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

RI desak Majelis Umum PBB mendorong peran internasional di Palestina

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar