Pemprov Jateng dan BPPTKG berkoordinasi pantau Gunung Merapi

Pemprov Jateng dan BPPTKG berkoordinasi pantau Gunung Merapi

Kondisi Gunung Merapi sedang mengeluarkan asab terlihat dari Desa Lencoh Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali Jateng. (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Semarang (ANTARA) -
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam memantau perkembangan kondisi terkini aktivitas Gunung Merapi guna mengurangi dampak yang ditimbulkan.

"Kami pantau terus menerus, kami aktif berkoordinasi dengan BPPTKG terkait perkembangan Merapi. Kami juga sudah mengecek, apakah ada yang mengungsi, ternyata sampai saat ini tidak ada," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Sabtu.

Selain itu, Pemprov Jateng juga sudah menggerakkan BPBD kabupaten/kota dan menerjunkan tim ke beberapa daerah rawan terkait peningkatan aktivitas Gunung Merapi.

"Hal itu untuk mengantisipasi dampak erupsi Merapi. Beberapa daerah yang terkena dampak abu vulkanik, sudah dikirim bantuan masker medis," ujarnya.

Baca juga: Lindungi erupsi Merapi, penutup stupa Candi Borobudur dipertahankan

Baca juga: Wagub Jateng minta penambang Merapi ikuti imbauan BPBD

Ganjar menyebut dampak peningkatan aktivitas Gunung Merapi paling banyak terjadi di Kabupaten Magelang.

Selain masker medis, pengiriman bantuan logistik juga sudah dilakukan ke dua desa terdampak yakni Desa Dukun dan Desa Sawangan.

"Itu dua desa yang jadi perhatian kita. Selain itu, ada tim yang pantau di tiga kabupaten yakni Temanggung, Magelang dan Wonosobo. Kalau laporan dari Boyolali dan Klaten belum ada, jadi kita sudah kirimkan beberapa logistik ke sana," katanya.

Orang nomor satu di Jateng itu mendapat laporan detil terkait volume kubah lava dan berapa pertumbuhannya, yakni per Senin (16/8) volume kubah lava di sekitar barat daya Merapi sebesar 1,8 juta meter kubik dan pertumbuhan rata-rata per hari adalah 13 ribu meter kubik.

"Sementara volume kubah lava yang di tengah kawah sekitar 2,8 juta meter kubik, pertumbuhannya rata-rata 18 ribu meter kubik perhari. Itu catatan-catatan penting yang dilaporkan dan laporan terbaru hari ini level Merapi masih sama, yaitu level 3," ujarnya.

Menurut Ganjar, ancaman saat ini berupa awan panas dan membawa abu vulkanik, serta luncuran awan panas dan abu vulkanik yang mengikuti arah angin.

Dengan kondisi itu, Ganjar meminta masyarakat tetap tenang, namun selalu waspada serta meminta seluruh aktivitas pertambangan pada alur sungai yang berhulu di Merapi untuk dihentikan.

"Saya minta semua aktivitas penambangan dihentikan, masyarakat yang biasa beraktivitas di sana saya minta pergi dulu agar semua aman," katanya.*

Baca juga: BPBD Klaten imbau warga KRB III segera turun

Baca juga: Pengungsi Merapi di Klakah Boyolali jumlahnya meningkat

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Gunung Merapi masuki fase ekstrusi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar