Mahasiswa FK Uhamka raih juara pertama olimpiade kesehatan regional

Mahasiswa FK Uhamka raih juara pertama olimpiade kesehatan regional

Seorang pemenang Juara I olimpiade kedokteran regional atau RMO 2021, Yustian Wahyu Prasetyo. ANTARA/Dokumentasi Pribadi.

Jakarta (ANTARA) - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (FK Uhamka) angkatan 2018, Ibnu Albantani dan Yustian Wahyu Prasetyo meraih peringkat pertama ajang Regional Medical Olympiad atau RMO 2021 untuk cabang reproduksi urologi.

RMO diselenggarakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) bekerja sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran (AIPKI) Wilayah II, meliputi Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat.

Baca juga: Uhamka masuk dalam 100 perguruan tinggi terbaik versi Webometrics

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, dijelaskan dalam olimpiade kedokteran tahunan itu, para mahasiswa kedokteran berlomba untuk mengasah keterampilan, kecakapan, wawasan terkait cabang-cabang yang dilombakan, seperti kardiorespirasi, urogenital, digestif, muskuloskeletal, infeksi tropis, dan neuropsikiatri.

“Kami mengucapkan terima kasih pada para dosen pembimbing yang telah membantu segala persiapan lomba, sehingga membawa delegasi berhasil menyabet emas,” ujar Dekan FK Uhamka, Dr dr Wawang S Sukarya SpOG(K), MARS MHKes.

Menurutnya, perjuangan para mahasiswa FK Uhamka tidak dilewati dengan mudah. Mereka harus bersaing dengan beberapa kandidat lain.

“Untuk itu kami ucapkan selamat dan sukses atas prestasi ini. Mudah-mudahan dalam kesempatan berikutnya bisa mempersiapkan diri lebih baik pada ajang Internasional Indonesia Medical Olympiad,” tambah dia.

Ia mengingatkan agar para pemenang tidak berpuas diri dan tetap mampu meningkatkan kualitasnya, baik untuk mempersiapkan olimpiade berikutnya maupun kecakapan sebagai calon dokter muda Indonesia.

Dosen Pembimbing FK Uhamka, dr Irena Ujianti MBiomed menjelaskan RMO 2021 dihelat 21 Agustus 2021 secara daring di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Jakarta.

“RMO ini program olimpiade berjenjang yang dipersiapkan menuju kompetisi jenjang berikutnya, International Indonesia Medical Olympiad. Selamat dan sukses untuk mahasiswa yang berhasil menjadi juara,” kata Irena.

Baca juga: Filantropi jadi fondasi dalam membangun peradaban pendidikan

Baca juga: Fakultas Kedokteran Uhamka jadi sentra vaksinasi COVID-19


Para peserta harus melalui tiga babak, dari babak penyisihan sampai menuju babak final. Babak penyisihan terdiri atas ujian pilihan ganda yang meliputi bidang anatomi, histologi, patologianatomi, patologiklinis, mikrobiologi, dan parasitologi. Selanjutnya, di babak final, mereka harus mengasah keterampilannya dalam Student Oral case Analysis (SOCA).

Seorang pemenang Juara I RMO 2021, Yustian Wahyu Prasetyo mengaku tidak menyangka berhasil meraih medali emas. Apalagi, olimpiade itu dilakukan di tengah padatnya ujian di kampus.

“Namun, berkat doa, kerja keras dan bimbingan para dosen, kami berhasil menjadi juara. Pada awalnya kami merasa tidak percaya diri mengikuti perlombaan ini, karena melihat pesaing dari universitas ternama. Tapi, itu tidak menyurutkan tekad kami dalam berjuang dan berkat ridha Allah kami dapat mempersembahkan kemenangan ini untuk almamater,” kata Yustian.

Pewarta: Indriani
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tembakan gas air mata bubarkan ribuan mahasiswa di Irak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar