Bamsoet: Perlu penguatan ideologi dan nasionalisme bagi generasi muda

Bamsoet: Perlu penguatan ideologi dan nasionalisme bagi generasi muda

Tangkapan layar Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) secara resmi membuka Sidang Paripurna dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD dengan agenda mendengarkan pidato Presiden penyampaian laporan kinerja lembaga negara dan Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-76 Republik Indonesia Senin (16/8/2021). ANTARA/HO-YouTube Sekretariat Presiden/pri.

Generasi muda adalah aset, potensi, dan investasi penting untuk melangkah ke depan menuju kemajuan peradaban.
Jakarta (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo menegaskan pentingnya penguatan ideologi bangsa dan sikap nasionalisme kepada generasi muda di Tanah Air.

"Tujuannya untuk menghindari generasi muda yang hanya cerdas dan terampil tetapi miskin karakter dan tercerabut dari akar budaya bangsanya sendiri," kata Bamsoet pada kegiatan pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya secara daring melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Seiring perkembangan zaman, tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara makin dinamis serta kompleks. Di satu sisi, modernitas dan kemajuan teknologi memberikan kemudahan dan efisiensi di segala bidang kehidupan.

Akan tetapi, hal tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan kebangsaan yang muncul dengan berbagai dimensi, di antaranya melemahnya rasa toleransi dalam keberagaman, demoralisasi generasi muda, hingga memudarnya identitas dan karakteristik bangsa.

"Dalam kaitan ini, generasi muda bangsa khususnya mahasiswa dituntut agar mampu membangun benteng ideologi bagi diri sendiri dan lingkungannya," ujarnya.

Ketua DPR RI ke-20 tersebut menyampaikan kesadaran mengangkat tema mengenai ideologi dan nasionalisme kepada generasi muda bangsa saat ini penting sekaligus krusial.

Merujuk pada teori generasi yang dikemukakan oleh Graeme Codrington dan Sue Grant-Marshall, generasi Z adalah generasi yang lahir pada periode 1996 hingga 2010, dan biasa disebut sebagai generasi internet atau i-generation.

Baca juga: Mencermati syarat-syarat pengajuan KPR bagi Generasi Z

"Karena DNA generasi ini sudah dibekali dengan literasi teknologi, maka adaptasi dan inovasi menjadi aspek yang sangat potensial untuk dikembangkan," katanya.

Kendati demikian, kemajuan teknologi khususnya teknologi informasi yang sedemikian pesat dan hampir tanpa sekat, juga berpotensi mengakibatkan tersisihnya nilai-nilai kearifan lokal serta jati diri bangsa.

Oleh sebab itu, penanaman wawasan kebangsaan kepada generasi muda penting karena kelompok tersebut adalah sumber daya manusia yang akan menjadi tumpuan dinamisator dan generator bagi pembangunan nasional.

"Di tangan generasi muda, wajah peradaban dan gambaran masa depan Indonesia akan ditentukan," kata politikus Partai Golkar tersebut.

Sebagai manifestasi Tri Dharma perguruan tinggi salah satunya mengamanatkan pengabdian kepada masyarakat, maka peran serta penguatan ideologi bangsa adalah wujud pengabdian yang bernilai sakral dan fundamental.

Ia mengingatkan penguatan ideologi dan semangat nasionalisme tidak dapat secara instan, tetapi butuh proses yang tidak sebentar dan dukungan dari pemangku kepentingan.

Dalam konsepsi pembangunan nasional, generasi muda adalah aset, potensi, dan investasi penting untuk melangkah ke depan menuju kemajuan peradaban.

Baca juga: Anies: Generasi saat ini punya tugas tuntaskan janji kemerdekaan

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wakil Ketua MPR sarankan capres pernah pimpin lingkup daerah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar