Lomba Pidato Berbahasa Indonesia di Universitas Nanzan, Jepang

Jakarta (ANTARA News) - Fakultas Bahasa Asing Universitas Nanzan (Nagoya) dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Komisariat Nagoya Jepang untuk ketiga kalinya mengadakan lomba pidato dalam Bahasa Indonesia.

Pada kegiatan ini, diadakan pula lomba baca puisi. Para peserta membacakan syair WS Rendra, Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, Joko Pinurbo, dan Sitor Situmorang.

Tercatat 15 orang mengikuti lomba baca puisi dan 11 orang mengikuti lomba pidato. Rata-rata peserta adalah pelajar dan mahasiswa, ditambah beberapa peserta dari kalangan profesional. Kegiatan ini didukung oleh KBRI Tokyo dan Garuda Indonesia. Terdapat tiga orang juri, yaitu profesor dari Nanzan University, perwakilan PPI Nagoya, dan perwakilan KBRI Tokyo.

Dekan Fakultas Bahasa Asing Universitas Nanzan, Profesor Hiroshi Fujimoto menyatakan harapannya agar para peserta lomba dapat menjadi duta persahabatan Indonesia?Jepang.

Fujimoto menambahkan, kini tidak banyak pemuda Jepang yang pergi ke luar negeri. Namun dengan adanya pemahaman budaya dan bahasa asing, termasuk melalui lomba pidato Bahasa Indonesia, maka dapat tumbuh ketertarikan dan minat untuk mengunjungi negara lain, khususnya Indonesia.

Atase Pendidikan KBRI Tokyo mewakili Duta Besar RI juga menyampaikan penghargaan kepada Universitas Nanzan dan PPI Nagoya atas pelaksanaan lomba ini. Selain di Nagoya, KBRI Tokyo juga mendukung pelaksanaan Lomba Pidato Bahasa Indonesia oleh Kanda University (Kota Chiba) dan Kyushu University (Kota Fukuoka).

Para peserta lomba baca puisi membawakan "Cerita Buat Dien Tamaela", "Gema Sumpah Pemuda Tahun 1928", "Penjual Buah", dan "Orang-Orang Miskin" dengan penuh penghayatan dan emosi.

Salah satu peserta bahkan menitikkan air mata ketika membawakan "Mudik". Lafal Bahasa Indonesia yang kadang masih kaku bukan menjadi halangan bagi peserta untuk tampil bersemangat. Padahal ketika tampil, peserta tidak diperbolehkan membawa teks puisi yang akan dibawakan. Mereka harus menghafalkan puisi tersebut.

Terpilih sebagai juara pertama adalah Junko Lowson (puisi "Mudik"), juara kedua adalah Yume Yoneda ("Krawang--Bekasi") dan juara ketiga adalah Arisa Nagao ("Penjual Buah").

Hal yang sama juga dihadapi oleh peserta lomba pidato, yang harus menghafalkan teks pidato yang mereka tulis sendiri. Pidato yang disampaikan memiliki topik yang variatif, seperti masalah ekonomi dan politik Indonesia-Jepang, budaya Indonesia, kesejahteraan rakyat, hingga berbagai pengalaman pribadi para peserta sendiri, yang rata-rata pernah berkunjung ke Indonesia.

Setelah seluruh peserta tampil, juri memutuskan Shoko Matsuoka sebagai juara pertama, Miho Nakano sebagai juara kedua dan Hirotaka Kawahara sebagai juara ketiga. Juara pertama untuk setiap kategori mendapatkan hadiah tiket perjalanan dari Garuda Indonesia. (S023/K004)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2010

Lomba pidato bahasa Indonesia tingkat nasional di China

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar