Paralimpiade Tokyo 2020

Komentar atlet pembawa bendera Indonesia di defile Paralimpiade Tokyo

Komentar atlet pembawa bendera Indonesia di defile Paralimpiade Tokyo

Atlet para-menembak Hanik Puji Astuti menyatakan kesiapannya untuk tampil di Paralimpiade Tokyo. ANTARA/HO-NPC Indonesia/am.

Jakarta (ANTARA) - Jaenal Aripin dan Hanik Puji Astuti mengaku bangga bisa bertugas sebagai pembawa bendera Indonesia pada defile pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020, Selasa.

Dalam akun Instagram resmi NPC Indonesia, Selasa, kedua atlet ini mengungkapkan perasaannya terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih.

"Perasaan saya sangat haru dan bangga. Pada momen pertama saya mengikuti Paralimpiade, saya diberi tugas sebagai pembawa bendera di Opening Ceremony nanti," ujar Hanik dalam akun Instargam NPC Indonesia, Selasa.

Hanik mengatakan tugas ini makin menguatkan tekadnya untuk bisa memberikan yang terbaik pada Paralimpiade Tokyo nanti.

Baca juga: Jadwal atlet Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

"Ini sangat membanggakan bagi saya. Setelah diberi tugas ini semoga tambah menguatkan mental dan lebih semangat untuk berjuang agar nanti bisa meraih hasil maksimal," kata Hanik

Hanik adalah atlet para-menembak berprestasi Indonesia. Debut pada 2015, dia langsung meraih perunggu di ASEAN Para Games 2015 Singapura.

Prestasi terakhir sebelum Paralimpiade Tokyo adalah meraih perunggu di Al-Ain 2021 World Shooting Para Sport World Cup.

Dia dijadwalkan turun di Paralimpiade Tokyo pada nomor SH1 putri air rifle standing 10 meter dan juga akan tampil bersama Bolo Triyanto di nomor campuran 10 meter air rifle prone SH2.

Baca juga: Syuci Indriani awali perjuangan atlet Indonesia di Paralimpiade Tokyo

Sementara Jaenal Aripin juga mengatakan hal senada. "Pastinya merasa bangga dan senang. Awalnya saya tidak menyangka diberi tugas yang istimewa ini," katanya.

"Semoga nanti semuanya diberi kelancaran. Mungkin dengan tugas ini menambah motivasi dan semangat saya untuk bisa lebih bersemangat berjuang di Paralimpiade Tokyo," Jaenal menambahkan.

Jaenal Aripin adalah atlet para-atletik spesialis nomor sprint kursi roda. Pria asal Bandung itu kehilangan kedua kakinya setelah insiden kecelakaan. Namun dia mampu bangkit dan debut di para-atletik sejak 2014.

Salah satu prestasi terbaiknya adalah meraih masing-masing satu medali perak dan perunggu di Asian Para Games Jakarta 2018.

Baca juga: Jaenal dan Hanik bawa bendera Indonesia di defile Paralimpiade Tokyo

Sementara prestasi terakhir sebelum turun di Paralimpiade Tokyo adalah meraih dua emas di Grand Prix Tunisia 2021.

Berdasarkan laporan dari NPC Indonesia, pada defile pembukaan Paralimpiade Tokyo Jaenal Aripin akan dibantu sang pelatih Purwo Adi Sanyoto. Sementara Hanik akan ditemani Ajeng Widha Paramitha.

Selain itu, sejumlah atlet lainnya juga dijadwalkan ikut defile. Seperti dari cabang para-atletik yakni Saptoyogo Purnomo, Setiyo Budihartanto, Karisma Evi Tiarani, Famini, Putri Aulia, Elvin Elhudia Sesa, dan atlet para-menembak Bolo Triyanto.

Atlet akan beriringan dengan CdM dan Deputi CdM Kontingen Indonesia serta tim ofisial seperti Rima Ferdianto dan Irfan Dwi Nurfianto.

Mereka rencananya akan menggunakan baju adat Papua, Bali, Sumatera, dan Kalimantan.

Dalam pelaksanaannya, defile pembukaan Paralimpiade Tokyo nanti akan menyebutkan setiap kontingen yang tampil.

Tim Pengungsi Paralimpiade akan berjalan terlebih dahulu. Kemudian negara lainnya akan masuk berdasarkan abjad. Adapun Jepang sebagai tuan rumah akan hadir pada barisan terakhir.

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Inilah cita-cita peraih dua medali emas Paralimpiade Tokyo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar