Ketua MPR minta Kemenkes terus memperbanyak tes COVID-19 gratis

Ketua MPR minta Kemenkes terus memperbanyak tes COVID-19 gratis

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden/pri

Meminta Kemenkes mempertimbangkan dan mengevaluasi biaya tes COVID-19 yang dilakukan secara mandiri
Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperbanyak tes COVID-19 gratis dan mempercepat proses pemeriksaan hasil di laboratorium untuk meningkatkan pelacakan kasus.

Bamsoet dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa, memberikan respons soal penurunan harga tes polymerase chain reaction (PCR) belum diikuti dengan peningkatan pemeriksaan dan pelacakan kasus COVID-19. "Memperbanyak tes gratis dan mempercepat proses pemeriksaan hasil di laboratorium untuk meningkatkan pelacakan kasus, agar dari hasil tes PCR tersebut dapat ditentukan langkah tepat yang akan dilakukan pemerintah," kata Bamsoet.

Menurut Ketua MPR, hal itu dikarenakan penurunan harga tes PCR tidak serta-merta langsung memutus mata rantai penularan COVID-19, namun harus diiringi dengan semakin banyaknya pemeriksaan dan pelacakan kasus COVID-19. "Meminta Kemenkes mempertimbangkan dan mengevaluasi biaya tes COVID-19 yang dilakukan secara mandiri yang dinilai masih terlalu mahal," kata dia lagi.

Bamsoet menyatakan tes gratis oleh pusat kesehatan masyarakat terbatas dan membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan hasilnya, sehingga mempersulit upaya memutus rantai penularan COVID-19 dan membahayakan kesehatan pasien. Dia juga meminta Kemenkes menggratiskan tes PCR yang ditujukan untuk keperluan pelacakan penyebaran COVID-19, sebab penurunan harga tes PCR masih belum merata dan saat ini masih tetap dinilai mahal oleh sejumlah masyarakat.

"Meminta Kemenkes mempertimbangkan secara matang, agar biaya yang dikenakan untuk tes PCR hanya untuk tes yang diperuntukkan bagi keperluan pribadi masyarakat," kata Bamsoet.

Menurut dia, keperluan pribadi itu di luar keperluan pelacakan dari masyarakat yang telah melakukan kontak erat atau terindikasikan terpapar COVID-19. "Meminta Kemenkes lebih gencar dalam melakukan pemeriksaan dan pelacakan, agar dapat memperkirakan perkembangan dari COVID-19, mengingat banyaknya varian virus dan virus yang kini telah menyebar sampai ke daerah luar Jawa," ujarnya pula.
Baca juga: Ketua MPR minta Kemenkes mengevaluasi tingginya angka kematian lansia
Baca juga: Ketua MPR minta Kemenkes siapkan sarana penanganan DBD


Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Rutan Kelas IIB Batang berubah status menjadi Lapas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar