Ketua MPR kutuk serangan yang dilakukan KKB di Papua

Ketua MPR kutuk serangan yang dilakukan KKB di Papua

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat pidato pembukaan Sidang Tahunan MPR-DPR-DPD RI dan Pidato Kenegaraan Presiden RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2021). ANTARA/HO-DPR RI-Devi/Man/pri.

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengutuk keras serangan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yang menewaskan dua pekerja dan melukai sejumlah aparat keamanan.

Bambang Soesatyo mendorong kepolisian bersikap tegas untuk mengusut kasus tersebut dan menindak para pelaku sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

"Saya mengutuk keras perbuatan KKB tersebut dan meminta sikap tegas kepolisian, baik dalam mengusut kasus tersebut dan menindak pelaku sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku," jelas Bamsoet panggilan akrab Bambang Soesatyo dalam siaran pers, di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Bamsoet: Perlu penguatan ideologi dan nasionalisme bagi generasi muda

Bamsoet mengatakan MPR menyampaikan rasa keprihatinan dan belasungkawa atas musibah terbunuhnya dua pekerja dari PT. Indo Mulia Baru.

Dia meminta aparat intelijen bersama pemerintah daerah Papua dan aparat kepolisian untuk terus melakukan pengetatan guna mempersempit wilayah KKB, mempelajari modus serangan yang dilakukan KKB, meningkatkan penjagaan dan pengawalan wilayah rawan aksi serangan KKB, serta mengimbau masyarakat sekitar untuk lebih waspada dan menjauhi titik-titik rawan aksi serangan KKB.

Menurut dia, aparat kepolisian setempat perlu menempatkan personel di titik-titik rawan aksi penyerangan KKB dan meningkatkan penjagaan sehingga masyarakat sekitar dapat hidup lebih aman dan nyaman serta terhindar dari aksi serangan KKB.

Baca juga: Ketua MPR minta Kemenkes memperbaiki cara penghitungan kasus COVID-19

"Saya meminta keseriusan pemerintah pusat dan aparat kepolisian dalam menangani KKB, di samping menentukan langkah dan strategi jangka panjang untuk mencegah terulangnya kembali aksi serangan KKB yang meresahkan masyarakat, baik dengan mengedepankan penegakan hukum maupun upaya negosiasi atau pendekatan dialog dengan KKB yang melibatkan tokoh-tokoh adat dan masyarakat," ujarnya.

Dia meminta pemerintah melakukan pendekatan kolaboratif dalam penyelesaian konflik di Papua dengan mengutamakan kerja sama, interaksi, dan kesepakatan bersama berbagai pihak terkait.

Baca juga: Bamsoet ajak pelajar RI di Malaysia kembangkan semangat nasionalisme

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ketua MPR tegaskan tidak ada bahasan 3 periode jabatan presiden

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar