PII terus dorong proyek berskema KPBU di sektor telekomunikasi

PII terus dorong proyek berskema KPBU di sektor telekomunikasi

Tangkapan layar seremoni peletakan batu pertama atau ground breaking Proyek KPBU SATRIA. (ANTARA/HO-Kominfo)

Ini merupakan wujud komitmen dan dukungan PT PII melalui penjaminan tidak hanya meningkatkan minat dan keamanan investor dan pembiayaan swasta...
Jakarta (ANTARA) -
PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) akan terus mendorong proyek-proyek berskema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) di sektor telekomunikasi setelah beberapa waktu lalu dilaksanakan peletakan batu pertama proyek KPBU Satria.

Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) M. Wahid Sutopo dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan Proyek Satria merupakan proyek KPBU pada sektor telekomunikasi yang keempat setelah Palapa Ring (Barat, Tengah dan Timur).

Dengan dukungan penjaminan pemerintah dari PT PII, proyek tersebut memperoleh kepercayaan investor swasta dan pembiayaan dari berbagai lembaga pembiayaan internasional yaitu HSBC, Santander, BPI France, Korean Development Bank (KDB), dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Baca juga: PII dukung percepatan infrastruktur di Jawa Barat melalui skema KPBU

Dengan demikian, Proyek Satria tersebut dapat dibangun untuk meningkatkan penyediaan layanan internet ke lebih dari 150.000 titik pelayanan publik khususnya seperti sekolah, rumah sakit, dan pemerintahan di daerah terpencil.

"Ini merupakan wujud komitmen dan dukungan PT PII melalui penjaminan tidak hanya meningkatkan minat dan keamanan investor dan pembiayaan swasta, namun melalui pemantauan aktif PT PII dan koordinasi dengan berbagai stakeholder untuk proyek dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat menutup kesenjangan digital khususnya di wilayah 3T dan perbatasan," ujar Sutopo.

Proyek tersebut direncanakan memiliki 11 stasiun bumi atau gateway di beberapa lokasi yang tersebar di Indonesia antara lain di Batam, Cikarang, Banjarmasin,Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika dan Jayapura. Kemudian, Cikarang menjadi lokasi untuk Stasiun Pusat Pengendali Satelit Primer, Network Operation Control & Gateway Proyek KPBU SATRIA.

Satelit Satria sendiri  akan memiliki kapasitas 150Gbps yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan frekuensi Ka-Band. Lewat Proyek SATRIA, akan tersedia akses internet broadband yang berkualitas sebagai solusi bagi masyarakat untuk mengakses informasi, pendidikan, kesehatan dan layanan pemerintahan pada masa pandemi COVID-19.

Baca juga: PII terus dorong implementasi KPBU dalam pembangunan infrastruktur

Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020, proyek berskema KPBU tersebut dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi & Informatika (Kemenkominfo) selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dan telah ditunjuk PT Satelit Nusantara Tiga sebagai Badan Usaha Pelaksana serta telah diberikan penjaminan pemerintah oleh Special Mission Vehicles (SMV) Kementerian Keuangan yaitu PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII.

Proyek KPBU Satria merupakan salah satu bentuk upaya dari Kemenkominfo dalam menuntaskan konektivitas pada layanan publik pemerintahan di seluruh wilayah Indonesia khususnya di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) serta perbatasan.

Saat ini proyek KPBU Satria telah memasuki tahapan konstruksi dan ditargetkan peluncuran dapat dilaksanakan pada kuartal kedua 2023 serta diharapkan pada kuartal keempat 2023 sudah dapat beroperasi.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Batam akan segera miliki Taman Insinyur

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar