Sembilan daerah di Sulteng masuk zona merah penyebaran COVID-19

Sembilan daerah di Sulteng masuk zona merah penyebaran COVID-19

Petugas berjaga di pintu masuk kompleks perumahan yang diberlakukan penguncian mikro efektif di Kelurahan Birobuli Selatan, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (24/8/2021) ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wsj.

sembilan daerah itu antara Kota Palu, Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan (Bangkep), Buol, Morowali Utara (Morut), Parigi Moutong (Parimo), Poso dan Tojo Una-Una (Touna) dan Sigi.
Palu (ANTARA) - Hingga kini sudah sembilan daerah di Provinsi Sulawesi Tengah  masuk dalam zona merah atau zona dengan resiko tinggi penularan dan penyebaran COVID-19.

Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulteng mencatat sembilan daerah itu antara Kota Palu, Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan (Bangkep), Buol, Morowali Utara (Morut), Parigi Moutong (Parimo), Poso dan Tojo Una-Una (Touna) dan Sigi.

"Kasus aktif COVID-19 di Palu saat ini kasus 872 kasus atau 872 orang positif terpapar COVID-19 dan kini menjalani isolasi mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan setempat,"kata Juru Bicara Pusdatina COVID-19 Provinsi Sulteng Moh. Haris Kariming di Palu, Rabu malam.

Selanjutnya terdapat 1.074 kasus aktif COVID-19 di Banggai, 208 kasus aktif di Bangkep, 469 kasus aktif di Buol, 622 kasus aktif di Morut, 766 kasus aktif di Parimo, 971 kasus aktif di Poso, 858 kasus aktif di Touna dan 478 kasus aktif di Sigi.

"Sementara itu, empat daerah masuk kedalam zona orange atau zona dengan risiko sedang penularan dan penyebaran COVID-19. Empat daerah itu antara lain Kabupaten Tolitoli, Donggala, Banggai Laut dan Morowali ,"ujarnya.

Di Tolitoli, lanjutnya, terdapat 699 kasus aktif COVID-19, 423 kasus aktif di Donggala, 97 kasus aktif di Balut dan 251 kasus aktif di Morowali.

Secara kumulatif, Haris mengatakan hingga saat ini sudah 40.617 orang yang terpapar COVID-19 di Provinsi Sulteng.

"Dari 40.617 orang tersebut, 31.527 orang dinyatakan telah sembuh, 1.270 orang meninggal dunia dan 7.820 pasien masih menjalani isolasi secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan setempat,"ucapnya.

Juga mengimbau masyarakat agar taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas di luar rumah agar tidak terpapar.
Baca juga: Gubernur Sulteng: Kebutuhan oksigen di beberapa kabupaten meningkat
Baca juga: Pemkot Palu terapkan lagi karantina wilayah dua kelurahan
Baca juga: Pasien COVID-19 sembuh di Sulteng bertambah jadi 29.587 orang


Pewarta: Muhammad Arshandi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kelompok Tani Sulteng pamerkan Produk hasil hutan bukan kayu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar