Kemenkumham: Nilai Pancasila harus diinternalisasi dalam kebijakan

Kemenkumham: Nilai Pancasila harus diinternalisasi dalam kebijakan

Tangkapan layar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Hukum dan HAM (BPSDM Kemenkumham) Asep Kurnia memberi sambutan dalam seminar bertajuk "Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh: Membumikan Pancasila di Kalangan Mahasiswa/Taruna", Kamis. (26/8/2021). ANTARA/Putu Indah Savitri/pri.

Kurangnya penghayatan nilai-nilai Pancasila mengakibatkan seseorang terjerumus ke dalam....
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Hukum dan HAM (BPSDM Kemenkumham) Asep Kurnia mengatakan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diinternalisasi dalam setiap kebijakan dan keputusan yang diambil.

"Pancasila harus terus menjadi nilai yang diinternalisasi dalam kebijakan dan keputusan yang diambil," kata Asep Kurnia ketika memberikan sambutan dalam seminar bertajuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh: Membumikan Pancasila di Kalangan Mahasiswa/Taruna, Kamis.

Bagi Kurnia, nilai Pancasila penting untuk dihayati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam membuat kebijakan dan keputusan guna menghadapi persoalan-persoalan negara yang saat ini lebih sering mengikis rasa nasionalisme masyarakat Indonesia di berbagai sendi kehidupan.

Persoalan-persoalan yang mengikis rasa nasionalisme dapat disebabkan oleh polarisasi politik, beredarnya kabar hoaks, hingga isu-isu sensitif yang menimbulkan gesekan antarkelompok.

Kurangnya penghayatan nilai-nilai Pancasila, menurut Kurnia, juga dapat mengakibatkan seseorang dengan mudah terjatuh dan terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan norma hukum, norma agama, serta norma kesusilaan yang berlaku di tengah-tengah masyarakat.

"Pengamalan nilai-nilai Pancasila dengan saksama tentunya dapat menggerakkan persatuan kita dalam mengatasi semua tantangan," ucapnya.

Ia memercayai bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila dapat menggerakkan rasa kepedulian untuk saling berbagi, memperkuat rasa persaudaraan, hingga meningkatkan jiwa gotong royong untuk menjaga kebinekaan. Pasalnya, Pancasila merupakan dasar dari berdirinya bangsa Indonesia dan menjadi fondasi dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kita harus mengakui bahwa Pancasila dan Indonesia tidak bisa dipisahkan sebab Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia," tutur Kepala BPSDM Kemenkumham ini.

Oleh karena itu, Kurnia menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman untuk berperilaku di tengah masyarakat.

Ia meminta masyarakat dapat mengamalkan, menghayati, dan melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan, baik sebagai aparatur sipil negara (ASN) maupun anggota masyarakat yang berdampingan dengan masyarakat lainnya.

"Karena sesungguhnya nilai-nilai Pancasila sudah ada dan melekat dalam diri bangsa Indonesia sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsa," kata Kurnia.

Baca juga: Bamsoet: Perlu penguatan ideologi dan nasionalisme bagi generasi muda

Baca juga: Megawati ingatkan negara akan ambruk jika ubah ideologi

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polda Metro Jaya tetapkan 5 tersangka pengeroyokan AKBP Dermawan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar