Paralimpiade Tokyo 2020

M Fadli finis ke-17, Spanyol pecah rekor dunia time trial Paralimpiade

M Fadli finis ke-17, Spanyol pecah rekor dunia time trial Paralimpiade

Muhammad Fadli Imammuddin melakukan persiapan dengan latihan perdana di arena lomba Paralimpiade Tokyo di Izu Velodrome, Shizuoka, Jepang, Jumat (20/8/2021). (ANTARA/HO-NPC Indonesia)

Jakarta (ANTARA) - Atlet para-balap sepeda Indonesia Muhammad Fadli Imammuddin belum mampu menyumbangkan medali untuk Merah Putih setelah finis di posisi ke-17 nomor C4-5 1000m Time Trial Paralimpiade Tokyo 2020 ketika pebalap Spanyol Alfonso Cabello Llamas memecahkan rekor dunia disiplin tersebut di Izu Velodrome, Kamis.

Dalam debutnya di ajang Paralimpiade, Fadli yang turun di klasifikasi C4 itu finis di urutan ke-17 dari total 21 peserta pada nomor C4-5 1000m Time Trial dengan mencatatkan waktu 1 menit 10,423 detik dengan kecepatan 50,563 km/jam, demikian catatan resmi kompetisi.

Sementara itu, Alfonso Cabello memecahkan rekor dunia nomor C5 1000m time trial putra untuk mempersembahkan medali emas pertama bagi Spanyol dari cabang olahraga balap sepeda trek.

Baca juga: Ni Nengah Widiasih raih medali pertama untuk Indonesia di Paralimpiade

Cabello finis tercepat setelah mencatatkan waktu 1 menit 1,557 detik, mempertajam rekor sebelumnya atas namanya sendiri 1 menit 1,683 detik yang dibukukan pada April 2014.

Pebalap berusia 27 tahun itu kini telah mengoleksi tiga medali dari ajang Paralimpiade setelah raihan emas di London 2012 dan perunggu di Rio 2016.

Medali perak direbut oleh pebalap Inggris Raya Jody Cudy dengan waktu 1 menit 1,847 detik, sedangkan medali perunggu diamankan oleh pebalap Slovakia Jozef Metelka dengan 1 menit 4,786 detik.

Fadli masih punya harapan menambah perolehan medali kontingen Merah Putih, sebab dia akan turun pada satu nomor lagi, yakni C4 4000m Individual Pursuit, Jumat (27/8).

Baca juga: M Fadli mulai latihan di arena lomba Paralimpiade Tokyo 2020
Baca juga: M Fadli langsung berlatih ringan setibanya di Tokyo


Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Inilah cita-cita peraih dua medali emas Paralimpiade Tokyo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar