Tinju

Manny Pacquiao buka peluang duel ulang melawan Ugas pada Januari 2022

Manny Pacquiao buka peluang duel ulang melawan Ugas pada Januari 2022

Petinju Manny Pacquiao (kiri) menerima pukulan dari petinju Yordenis Ugas dalam duel perebutan sabuk juara WBA Super kelas welter di T Mobile Arena, Las Vegas, AS, Minggu (21/8/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Stephen R. Sylvanie-USA TODAY Sports/foc.

Jakarta (ANTARA) - Petinju Manny Pacquiao membuka peluang untuk duel ulang melawan pemegang gelar WBA Super kelas welter (66,6kg) asal Kuba Yordenis Ugas pada Januari 2022.

Pada laga pertama, petinju asal Filipina itu kalah dengan angka mutlak dari Ugas di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu (21/8) waktu setempat atau Minggu siang WIB.

Banyaknya spekulasi kekalahan tersebut makin mendekatkan Pacquiao untuk pensiun. Namun mantan juara dunia delapan divisi berbeda itu belum secara tegas mengatakan kelanjutan kariernya di arena tinju. Bahkan, kali ini dia justru menyebut peluang untuk kembali naik ring.

Baca juga: Pacquiao gagal rebut gelar welter WBA Super seusai dikalahkan Ugas
Baca juga: Alvarez konfirmasi duel versus Caleb Plant pada November


"Ya, saya bisa kembali pada Januari (2022). Saya akan melihatnya. Saya tahu saya bisa duel ulang dengan Ugas jika saya mau. Saya hanya perlu memberi tahu (promotor) Al Haymon. Itu tidak masalah," kata Pacquiao kepada The Athletic, seperti dilansir AFP, Kamis.

Sebelumnya, Yordenis Ugas setelah memastikan mempertahankan gelar WBA Super mengatakan bersedia untuk melakoni pertandingan ulang.

Sementara, Pacquiao yang tengah mempertimbangkan untuk maju dalam pencalonan sebagai presiden Filipina mengatakan pertandingan pertama melawan Ugas bisa jadi yang terakhir dalam kariernya sebagai petinju profesional.

Belum ada pernyataan tegas dari Pacquiao apakah kariernya berlanjut atau tidak. Dia sendiri pun mengaku masih mempertimbangkannya, terlebih menyusul kekalahan dari Ugas, akhir pekan lalu.

"Saya akan memikirkannya karena saya tidak percaya bahwa salah satu lawan termudah yang pernah saya hadapi melakukan itu," kata Pacquiao yang berdalih kaki kram menjadi penyebab kekalahan dari Ugas.

"Dia seharusnya tidak menyentuh saya. Ketika saya pindah ke kanan, saya tidak bisa apa-apa. Anda tahu bagaimana saya bergerak. Anda sudah sering melihatnya," ujar Pacquiao.

"Ugas hanya memiliki satu gaya bertinju dan saya seharusnya bisa dengan mudah menjauh. Anda telah melihat bagaimana saya bergerak dalam laga sebelumnya. Tetapi melawan Ugas, kaki saya tidak bisa bergerak bebas," pungkas Pacquiao.

Baca juga: David Haye keluar dari pensiun untuk duel melawan Joe Fournier
Baca juga: Krasteva jadi petinju putri Bulgaria pertama juarai Olimpiade


 

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pertina: PON ajang munculnya bibit muda atlet berbakat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar