RSDC Wisma Atlet tetap bersiaga meski hunian turun jadi 12,69 persen

RSDC Wisma Atlet tetap bersiaga meski hunian turun jadi 12,69 persen

Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono menunjukkan grafik turunnya tingkat hunian di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/8/2021). ANTARA/HO-Dokumentasi RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Jika kasus COVID-19 naik, pasti jumlah pasien di Wisma Atlet naik. Demikian juga sebaliknya
Jakarta (ANTARA) - Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta tetap menyiagakan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya, meskipun tingkat hunian per Kamis turun sampai menjadi 12,69 persen, kata Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono.

“Varian baru bisa muncul seperti halnya varian Delta yang memicu lonjakan kasus COVID-19. Maka, hal terpenting adalah patuh menjalankan protokol kesehatan,” kata Tugas Ratmono menjelaskan pentingnya siap siaga kepada wartawan lewat pertemuan virtual, di Jakarta, Kamis.

Karena itu, RSDC Wisma Atlet Kemayoran tetap menyiapkan 7.894 kasur untuk mengantisipasi adanya kemungkinan terburuk, salah satunya adalah lonjakan pasien rawat inap.

“Saat ini kami melakukan konsolidasi pada tenaga kesehatan. Evaluasi kami lakukan dengan tujuan agar pelayanan di sini semakin baik,” kata Tugas, yang saat ini aktif menjabat sebagai Kepala Pusat Kesehatan TNI.

Jumlah pasien rawat inap RSDC Wisma Atlet Kemayoran per Kamis mencapai 1.002 orang, sementara pada Rabu (25/6) 1.048 orang. Jumlah pasien rawat inap di RSDC Wisma Atlet Kemayoran berkurang 46 orang dalam 24 jam terakhir.

Alhamdulillah, (jumlah rawat inap, Red.) menurun terus. Pasien COVID-19 di Wisma Atlet saat ini sebanyak 1.002 orang dengan angka hunian 12,69 persen,” kata dia menegaskan.

Jumlah pasien pada Kamis merupakan angka terendah sejak Juni 2021. Di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, jumlah pasien tertinggi tercatat pada 30 Juni 2021 sebanyak 7.894 orang.

Tingkat hunian RSDC Wisma Atlet merupakan salah satu indikator situasi penanggulangan COVID-19 di Indonesia, karena tempat itu merupakan RSDC terbesar di Indonesia, kata Tugas.

“Jika kasus COVID-19 naik, pasti jumlah pasien di Wisma Atlet naik. Demikian juga sebaliknya,” ujar dia.

Kapuskes TNI itu menerangkan ada sejumlah faktor yang membantu turunnya jumlah pasien rawat inap dan kasus positif COVID-19, di antaranya kepatuhan masyarakat dan pembatasan aktivitas.

“Tingkat kepatuhan menjalankan protokol kesehatan adalah area hulu mencegah penularan COVID-19. Kami sendiri adalah fasilitas kesehatan atau rumah sakit itu di area hilir yang bertugas merawat pasien COVID-19, sehingga penularan lebih lanjut bisa dicegah. Semoga antara hulu dan hilir terjaga,” kata Tugas Ratmono.

Di samping itu, vaksinasi COVID-19 turut berperan mempercepat terjadinya kekebalan kelompok (herd immunity), sehingga laju penyebaran penyakit dapat terkendali.

“Vaksinasi terus dipercepat agar terbentuk kekebalan kelompok, sehingga angka penularan menurun,” kata Mayjen TNI Tugas Ratmono, dokter militer asal Kebumen, Jawa Tengah.

Ia yakin jika seluruh pihak kompak dan konsisten taat protokol kesehatan serta mengikuti vaksinasi, maka pandemi dapat cepat terkendali.

“Ini tugas kita semua untuk bahu-membahu memutus mata rantai penularan COVID-19,” ujar Tugas Ratmono pula.

#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3M
#vaksinmelindungikitasemua

Baca juga: Pasien rawat inap di RSDC Wisma Atlet berkurang 46 orang
Baca juga: 170 pasien COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran sembuh

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wisma Atlet antisipasi lonjakan pasien usai Lebaran

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar