Taliban berjanji warga Afghanistan akan bisa bebas bepergian

Taliban berjanji warga Afghanistan akan bisa bebas bepergian

Seorang anak duduk di lantai di Bandara Fiumicino, saat orang-orang yang dievakuasi dari Afghanistan tiba di di Roma, Italia, Rabu (24/8/2021), setelah melakukan perjalanandari Kabul. REUTERS/Guglielmo Mangiapane/rwa/cfo.

Kabul (ANTARA) - Warga Afghanistan yang memiliki dokumen sah akan dapat melakukan perjalanan di masa depan kapan saja mereka mau, kata seorang pejabat senior Taliban pada Jumat (27/8) dalam pidato yang disiarkan televisi.

Pidato pejabat senior Taliban itu bertujuan untuk  memupus kekhawatiran bahwa kelompok itu merencanakan pembatasan keras terhadap kebebasan di Afghanistan.

"Perbatasan Afghanistan akan terbuka dan orang-orang akan dapat melakukan perjalanan kapan saja masuk dan keluar dari Afghanistan," kata Sher Mohammad Abbas Stanikzai, wakil kepala komisi politik Taliban.

Pesan itu disampaikan Taliban ketika ribuan orang berjuang untuk mendapatkan penerbangan terakhir yang meninggalkan bandara Kabul sebelum batas waktu operasi evakuasi negara-negara Barat berakhir pada pekan depan.

Sambil menyerukan agar rakyat Afghanistan bersatu membangun kembali negeri, Stanikzai mengatakan orang-orang yang terlatih dan berpendidikan harus kembali bekerja.

"Lapangan (kerja) disiapkan untuk para dokter, insinyur, dan guru yang dibutuhkan Afghanistan dan untuk orang-orang dari setiap profesi, baik sipil atau militer. Semua diundang untuk memulai pekerjaan mereka," katanya.

Baca juga: Taliban minta seluruh nakes perempuan kembali bekerja

Pernyataan itu disampaikan setelah ada pernyataan terpisah yang menyerukan agar tenaga kesehatan wanita kembali bekerja.

Pesan tersebut menekankan upaya Taliban untuk meyakinkan warga Afghanistan dan masyarakat internasional bahwa  kelompok itu tidak berencana menerapkan kembali aturan keras seperti sebelumnya.  

Kejadian mengerikan di luar bandara Kabul, ketika seorang pelaku bom bunuh diri menewaskan sedikitnya 92 orang pada Kamis (26/8), telah memberikan gambaran dramatis tentang ketakutan yang dirasakan banyak orang Afghanistan yang berpendidikan tinggi pada prospek kehidupan di bawah pemerintahan Taliban.

Nilai mata uang Afghanistan anjlok, banyak bank masih tutup, dan harga pangan naik dengan cepat.

Keadaan itu membuat kehidupan sehari-hari menjadi jauh lebih sulit bagi banyak warga Afghanistan sejak pemerintah resmi Afghanistan dukungan negara-negara Barat runtuh secara dramatis pada pertengahan Agustus.

Stanikzai menegaskan bahwa Taliban menyambut baik bantuan dari negara-negara yang ingin memainkan peran positif di Afghanistan, walaupun pihaknya tidak akan menerima campur tangan asing dalam urusan internal Afghanistan.

Sumber: Reuters

Baca juga: Warga Afghanistan yang telantar cari makanan dan perlindungan di Kabul

Baca juga: Penari Afghanistan khawatir keselamatan usai Taliban rebut kekuasaan


 

Ribuan warga Afghanistan bergegas tinggalkan ibu kota


 

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar