Inggris akhiri evakuasi warga sipil dari Afghanistan

Inggris akhiri evakuasi warga sipil dari Afghanistan

Arsip - Panglima militer Inggris Jenderal Nick Carter di London, Maret 2020. (ANTARA/Reuters)

Jakarta (ANTARA) - Pasukan Inggris akan mengakhiri evakuasi warga sipil mereka dari Afghanistan pada Sabtu, namun ratusan warga setempat yang berhak menjadi pemukim di Inggris kemungkinan akan ditinggal, kata kepala angkatan bersenjata Jenderal Nick Carter.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan pada Jumat (27/8) bahwa negara itu memasuki jam-jam terakhir evakuasi dan hanya akan memproses orang-orang yang sudah berada di dalam bandara Kabul.

"Kami memiliki beberapa pesawat sipil untuk diterbangkan, tetapi (jumlahnya) sangat sedikit sekarang," kata Carter kepada BBC.

"Kami mencapai akhir evakuasi, yang akan berlangsung sepanjang hari ini. Dan kemudian akan perlu untuk membawa pasukan kami keluar dengan pesawat yang tersisa," kata dia menambahkan.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa mereka telah mengevakuasi lebih dari 14.500 warga Afghanistan dan Inggris dalam dua minggu terakhir sejak Taliban menguasai negara itu.

Wallace memperkirakan 800 hingga 1.100 warga Afghanistan yang telah bekerja dengan Inggris dan memenuhi syarat untuk meninggalkan negara itu tidak akan dapat dievakuasi. Carter memperkirakan jumlah mereka akan mencapai "ratusan".

Banyak warga Afghanistan yang tidak dapat pergi menganggap terlalu berbahaya untuk melakukan perjalanan ke bandara Kabul, kata Carter.

"Orang-orang seperti saya ... kami terus menerima pesan dan teks dari teman-teman Afghanistan yang sangat menyedihkan. Kami menjalani ini dengan cara yang paling menyakitkan," ujar Carter.

Baca juga: Inggris evakuasi lebih dari 13.000 orang dari Afghanistan

Inggris adalah sekutu utama Washington sejak awal invasi pasukan sekutu pimpinan AS ke Afghanistan pada 2001 dan menggulingkan Taliban yang berkuasa pada saat itu.

Berbicara kepada Sky News, Carter mengatakan Inggris dan sekutunya mungkin akan bekerja sama dengan Taliban di masa depan untuk mengatasi ancaman dari kelompok militan ISIS.

Kelompok itu menjadi musuh negara-negara Barat dan Taliban dan bertanggung jawab atas bom bunuh diri di luar bandara Kabul pada Kamis (26/8) yang menewaskan puluhan orang, termasuk 13 anggota militer AS.

"Jika Taliban mampu menunjukkan bahwa mereka dapat berperilaku seperti pemerintah normal dalam kaitannya dengan ancaman teroris, kami mungkin dapat beroperasi bersama," kata Carter.

"Tetapi kita harus menunggu dan melihat. Tentu saja beberapa cerita yang kita dapatkan tentang cara mereka (Taliban) memperlakukan musuh berarti akan sangat sulit bagi kita untuk bekerja dengan mereka saat ini."

Jumat malam, Inggris mengatakan akan membantu penerbangan sewaan pribadi untuk mengevakuasi anjing dan kucing milik badan amal penyelamatan hewan yang dijalankan oleh mantan tentara Inggris, Paul Farthing, yang upayanya telah menarik perhatian luas dari masyarakat Inggris.

Saat ditanya apakah upaya Farthing tersebut mengganggu evakuasi, Carter menjawab: "Prioritas kami jelas adalah mengevakuasi manusia."

Sumber: Reuters

Baca juga: Inggris peringatkan ancaman serangan di bandara Kabul
Baca juga: Inggris: Waktu evakuasi di bandara Kabul mungkin tidak diperpanjang
​​​​​​​

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Inggris dan Muslimat NU kerja sama produksi popok pakai ulang 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar