Paralimpiade Tokyo 2020

Famini pecahkan rekor pribadinya di Paralimpiade Tokyo

Famini pecahkan rekor pribadinya di Paralimpiade Tokyo

Atlet lempar cakram para-atletik Indonesia Famini yang saat ini sedang mengikuti Paralimpiade Tokyo 2020. ANTARA/HO-NPC Indonesia)

Jakarta (ANTARA) - Atlet para-atletik Famini berhasil memecahkan rekor pribadinya untuk season best pada penampilannya di Paralimpiade Tokyo meski harus mengakui keunggulan lawan-lawannya di nomor lempar cakram F57.

Dari enam kali percobaan, Famini mencatatkan lemparan sejauh 21,13 meter dan menempati ranking 12, sekaligus menjadi season best atau lemparan terbaik perempuan asal Kebumen, Jawa Tengah itu. Sebelumnya 21,11 meter.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih atas doa dan dukungannya," kata Famini, dalam pernyataan resmi NPC Indonesia yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Famini bisa menerima hasil tersebut dan mengakui bahwa bisa tampil di Paralimpiade merupakan pertandingan yang luar biasa baginya.

"Mohon maaf, saya belum bisa memberikan yang terbaik, ini merupakan pertandingan yang luar biasa bagi saya, karena ini ajang Paralimpik," katanya.

Baca juga: Famini gagal raih medali lempar cakram
Baca juga: (Round up) David Jacobs raih perunggu, Indonesia kantongi tiga medali


Sementara itu, Pelatih Famini, Purwo Adi Sanyoto juga mengakui keunggulan pesaing anak asuhnya, namun juga mengapresiasi positif perjuangan Famini di ajang Paralimpiade pertamanya.

"Famini sudah memberikan penampilan yang terbaik di ajang Paralimpiade pertamanya, di mana tadi sudah melakukan lemparan sejauh 21,13 meter dengan season best-nya hari ini," ujar Purwo.

Famini yang bersaing dengan 11 kontestan lainnya belum mampu mempersembahkan medali bagi kontingen Merah-Putih.

Pada nomor lempar cakram putri F57 di Tokyo Olympic Stadium, atlet asal Uzbekistan, M. Khamdamova keluar sebagai yang terbaik dan berhak atas medali emas usai mencatatkan lemparan terbaik sejauh 31,46 meter.

Medali perak menjadi milik wakil Aljazair N. Saifi dengan mencatat lemparan sejauh 30,81 m, sedangkan medali perunggu jatuh ke tangan JC da Silva dari Brazil dengan catatan 30,49 m.

Hingga saat ini, Indonesia telah mengumpulkan tiga medali lewat Ni Nengah Widiasih yang meraih perak para angkat berat, Saptoyogo meraih medali perunggu lari 100 meter putra, dan satu medali perunggu oleh David Jacobs dari cabang para tenis meja tunggal putra TT10.

Baca juga: Para-menembak optimistis melaju hingga final Paralimpiade Tokyo
Baca juga: KBRI Tokyo lepas kepulangan Nengah Widiasih dan M Fadli

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Rizky Gushafa pertahankan medali emasnya pada PON XX Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar