Paralimpiade Tokyo 2020

Giliran Jendi Pangabean berjuang di Paralimpiade Tokyo 2020

Giliran Jendi Pangabean berjuang di Paralimpiade Tokyo 2020

Jendi Pangabean atlet para renang Indonesia yang akan turun pada nomor 100 meter gaya punggung putra S9 di Paralimpiade Tokyo 2020. ANTARA/HO-NPC Indonesia.

Jakarta (ANTARA) - Atlet para-renang Indonesia Jendi Pangabean bakal melakoni debutnya di Paralimpiade Tokyo 2020 dengan turun pada nomor 100 meter gaya punggung putra S9 di Tokyo Aquatics Centre, Senin (30/8) pukul 07:11 WIB.

Jendi Pangabean bakal mengawali laga dengan turun di heat dua. Dia akan bersaing enam peserta dari berbagai negara lainnya untuk bisa tembus empat besar agar lolos ke final yang dijadwalkan bergulir pada hari yang sama, pukul 15:14 WIB.

Berdasarkan entry time yang terdaftar di laman resmi Paralimpiade Tokyo, catatan waktu terbaik Jendi Pangabean adalah 1 menit 05,91 detik. Angkat tersebut menempatkannya di urutan kelima.

Baca juga: Jendi Pangabean bertekad perbaiki prestasi di Paralimpiade Tokyo 2020

Sementara catatan terbaik sebelum lomba di Paralimpiade Tokyo adalah Andrey Ugo Didier dari Prancis dengan 1 menit 01,08 detik. Kemudian di posisi kedua ada Bogdan Mozgovoi (Komite Paralimpiade Rusia) dengan 1 menit 01,16 detik.

Kemudian disusul Yahor Shichalkanau (Belarus) dengan 1 menit 02,26 detik dan Pereira Garbe (Brazi) yang memiliki catatan waktu terbaik 1 menit 05:31 detik.

Catatan waktu milik Jendi Pangabean berada satu tingkat di atas wakil Irlandia Barry Mc Clements dengan 1 menit 07,07 detik.

Baca juga: Tim para-renang Indonesia belum bisa latihan maksimal di Tokyo

Berkaca dari entry time, perjalanan wakil Indonesia diprediksi sulit. Meski begitu,Dinda Ayu Sekartaji selaku pelatih para-renang Merah Putih mengatakan Jendi bakal hadir dengan persiapan matang.

Selama berada di Tokyo, Jendi terus berlatih setiap hari di Tokyo Aquatics Center. Selama hampir dua pekan sebelum perlombaan, dia menjalani latihan dengan mengikuti program yang telah disiapkan pelatih.

"Persiapan Jendi sangat baik. Ia terus latihan setiap hari sejak tiba di Tokyo,” kata Dinda dalam siaran resmi NPC Indonesia.

"Dengan adaptasi yang cukup lama dengan cuaca dan kolam renang di Tokyo, semoga Jendi bisa menunjukkan penampilan terbaik,” ujar Dinda berharap.

Baca juga: Profil atlet Paralimpiade: Jendi Pangabean, dari cemas berbuah emas
Baca juga: (Round up) Tak ada medali hari ini, Indonesiaberada di urutan 52
Baca juga: Jaenal Aripin didiskualifikasi di nomor 400 meter Paralimpiade Tokyo

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jendi Pangabean gagal pecahkan rekor sendiri di para renang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar