Clubhouse luncurkan efek audio spasial, bantu obrolan lebih hidup

Clubhouse luncurkan efek audio spasial, bantu obrolan lebih hidup

Aplikasi Clubhouse terlihat di smartphone dalam ilustrasi yang diambil, Selasa (13/7/2021). ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/am.

Jakarta (ANTARA) - Aplikasi obrolan audio Clubhouse pada Minggu (29/8) meluncurkan fitur audio spasial untuk menciptakan efek suara seolah-olah berasal dari arah berbeda yang membantu obrolan virtual terasa lebih hidup.

Fitur ini akan tersedia untuk pengguna iOS dan kemudian pengguna Android segera setelahnya.

Baca juga: Clubhouse dan TED kolaborasi untuk program audio eksklusif

Kepala teknologi streaming Clubhouse Justin Uberti mengatakan teknologi aplikasi akan menetapkan posisi spasial kepada pengguna, sehingga pendengar akan mendengar keseluruhan audio di dalam room meliputi efek suara dari kiri dan kanan panggung ke berbagai lokasi di antara penonton.

Hal ini berbeda dengan aplikasi obrolan lainnya yang umumnya memiliki efek audio relatif datar dan terpusat pada satu lokasi saja.

Misalnya dalam room komedi, teknologi Clubhouse akan mendeteksi pembicara utama dan menempatkan suara orang itu “di depan” sementara tawa orang lain bisa terdengar seolah-olah berasal dari sisi kiri dan kanan pendengar.

"Saya bisa mendengar orang-orang tertawa dan ruangan di sekitar saya meledak. Anda juga dapat membayangkan hal seperti itu dalam room musik,” ujar Uberti dikutip dari Reuters pada Senin.

Ia mengatakan bahwa teknologi spasial juga memudahkan pendeteksian ketika pengguna yang berbeda berbicara, sedangkan orang sebelumnya mungkin harus memperhatikan irama dan timbre vokal pembicara.

"Salah satu hal yang Anda sadari dalam pengaturan audio grup ini adalah Anda tidak mendapatkan pengalaman yang sama seperti berada di ruang fisik," kata Uberti dikutip dari TechCrunch, Senin.

Untuk melakukan trik audio ini, Clubhouse mengintegrasikan API (Application Programming Interface) dari perusahaan audio spasial Second Life yang diciptakan oleh Philip Rosedale dan memadukannya dengan pemrosesan audio kustom perusahaan sendiri untuk aplikasi obrolan.

Teknologi HRTF (Head Related Transfer Function) yang digunakan memetakan ucapan ke lokasi virtual yang berbeda dengan secara halus menambahkan penundaan waktu antara saluran stereo dan mereplikasi cara frekuensi tinggi dan rendah akan terdengar memasuki telinga tergantung pada asal suara.

Teknologi tersebut memberikan pengalaman sosial virtual rasa kehadiran fisik yang telah dilakukan oleh rekaman musik selama ini.


Baca juga: Musisi lintas generasi bincang musik di "Tribute to"

Baca juga: Clubhouse lindungi privasi pengguna mereka di Afganistan

Baca juga: Clubhouse hadirkan ruang diskusi tentang kesehatan mental

Penerjemah: Rizka Khaerunnisa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar